Berita Agama

Memberikan informasi tentang ilmu-ilmu keagamaan dan berita agama terbaru

Banner

Archives 2021

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha – Perayaan hari besar merupakan hal yang ditunggu-tunggu setiap umat beragama, termasuk juga bagi umat Buddha. Buddha adalah agama yang memiliki paham nonteisme atau filsafat yang berasal dari timur India dan dilandaskan pada ajaran Siddhartha Gautama.

Agama Buddha mulai disebarkan di India abad ke-6 SM sampai abad ke-4 SM. Diketahui pula bahwa agama terbesar ke-4 di dunia ini memiliki lebih dari 520.000.000 pengikut, atau lebih dari 7% populasi dunia, yang dikenal dengan nama Buddhis. Perayaan hari besar umat Buddha adalah Waisak.

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Waisak merupakan peringatan penting yang berkaitan dengan sejarah hidup sang Buddha. Hari raya ini muncul untuk menghormati tiga peristiwa penting, yang kita kenal sebagai Trisuci Waisak. Peristiwa tersebut adalah lahirnya Siddharta, penerangan sempurna, dan kematian Buddha. Seluruh peristiwa ini berlangsung pada bulan purnama di bulan Waisak.

Bagi umat beragama lainnya, pasti hanya mengetahui bahwa perayaan umat budha hanya ada pada  Waisak saja. Namun tahukah kamu bahwa masih terdapat beberapa hari besar perayaan umat budha lainnya yang masih dijalankan sampai sekarang. Agar dapat mengetahuinya lebih dalam lagi, simak terus pembahasan kali ini.

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Perlu diketahui bahwa bukan hanya perayaan hari raya waisak saja yang menjadi perayaan umat Buddha. Tetapi ada beberapa perayaan lain yang dilakukan oleh umat Buddha antara lain:

  1. Kathina

Hari suci kathina merupakan salah satu hari besar dalam agama buddha yang dirayakan dibulan kathina dalam kalender buddha. Perayaan ini diadakan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada anggota sangha yang telah menjalankan masa vassa didaerah mereka sebagai ungkapan rasa terima kasih tersebut, umat buddha dapat memberikan persembahan kepada para anggota sangha

Pada hari raya Kathina, para Buddhis melaksanakan upacara persembahan jubah kepada Sangha usai menjalani Vassa. Setelah berakhirnya masa Vassa, umat Buddha memasuki masa atau bulan Kathina. Selain itu, para Buddhis juga membiayai kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan hal-hal lain untuk memajukan agama Buddha.

  1. Asadha

Hari Asadha Puja adalah salah satu perayaan yang penting bagi umat Buddha. Perayaan Asadha Puja adalah perayaan yang memperingati hari pertama kalinya sang Buddha membabarkan Dhamma kepada lima petapa yang bernama Kondanna, Bhadhiya, Vappa, Mahanama, Assaji di taman rusa Isipatana yang ada di Benares.

Dhamma yang merupakan dasar ajaran Buddha yang dibabarkan oleh sang Buddha yang berupa Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah Berunsur Delapan menjadi ajaran utama Buddhisme. Hari raya ini diperingati 2 bulan usai Hari Raya Waisak

  1. Magha Puja

Magha Puja merupakan salah satu hari raya terpenting bagi para penganut agama Buddha. Hari raya ini dirayakan pada saat bulan purnama di tiap bulan ketiga kalender Buddha. Hari raya ini dirayakan untuk mengenang suatu peristiwa ketika sang Buddha bertemu dengan 1250 murid pertamanya dan karena untuk mengenang peristiwa tersebut hari raya ini juga disebut sebagai hari raya Sangha. Pada hari ini, umat Buddha biasanya pergi ke vihara untuk berbuat kebajikan seperti berderma, bermeditasi, dan mendengarkan dhamma.

Jadi memang bukan hanya hari waisak saja yang menjadi hari perayaan umat Buddha tetapi ada 4 hari perayaan umat Buddha yaitu hari raya waisak, hari perayaan kathina, hari perayaan asadha, dan hari perayaan magha puja.

Tradisi Umat Buddha Dalam Memperingatin Hari Raya Besar

Peringatan Waisak dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, namun secara khusus puncak perayaan Waisak biasanya berpusat di Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah. Ada banyak rangkaian acara yang digelar dalam memperingati Trisuci Waisak. Secara garis besar semua kegiatan tersebut bisa dikelompokkan dalam 3 bagian, yakni:

  • Prosesi pengambilan air berkat dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung. Serta penyalaan obor yang dilakukan dengan menggunakan sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.
  • Ritual “Pindapatta”, yaitu sebuah ritual yang diberikan secara khusus kepada masyarakat (umat) untuk berbuat kebajikan. Di mana mereka diberi kesempatan untuk memberikan dana makanan kepada para Bikkhu dan Bikshu.
  • “Samadhi” yang dilakukan pada detik-detik menjelang puncak bulan purnama. Dalam Buddha, penghitungan puncak purnama ini dilakukan berdasarkan perhitungan falak. Sehingga bisa saja puncak purnama jatuh pada siang hari dan bukan malam hari.

Pada malam perayaan puncak Waisak, biasanya semua acara akan dilakukan di Candi Borobudur. Kemudian di mana umat Buddha berkumpul dan menyalakan lilin dan memasukkannya ke dalam lentera. Lentera-lentera ini kemudian akan dilepaskan atau diterbangkan ke udara secara bersama-sama, sehingga akan terlihat sangat indah di langit malam yang gelap.

Meski tidak terdapat makna khusus di dalam pelepasan lentera-lentera tersebut, namun hal ini telah menjadi sebuah tradisi perayaan Waisak yang dilakukan oleh umat Buddha di Indonesia. Selain melepaskan lentera ke langit malam, di beberapa wilayah Indonesia juga ada tradisi melepas burung ke langit bebas. Di mana kegiatan ini dilakukan sebagai perayaan untuk menyambut hari dan keberuntungan yang baru di dalam hidup umat Buddha.

Mengetahui Hari Besar Perayaan Umat Kristen Beserta Maknanya

Mengetahui Hari Besar Perayaan Umat Kristen Beserta Maknanya

Mengetahui Hari Besar Perayaan Umat Kristen Beserta Maknanya – setiap agama dan kepercayaan pada umumnya mempunyai sejumlah hari besar keagamaan yang diperingati secara rutin setiap tahunnya. Sama seperti perayaan umat Kristen yang akan memperingati empat hari raya dalam setahun.

Seluruh hari raya umat Kristiani biasanya tertuang dalam kalender liturgi dan beberapa diantaranya ditetapkan sebagai hari libur nasional. Diketahui bahwa kalender liturgi adalah siklus masa liturgi dalam gereja-gereja Kristiani yang menentukan kapan hari-hari orang kudus, hari-hari peringatan, dan hari-hari besar harus dirayakan.

Mengetahui Hari Besar Perayaan Umat Kristen Beserta Maknanya

Selain itu, seetiap hari raya ini pula memiliki makna yang berbeda-beda. Metode perayaannya pun berbeda-beda, disesuaikan dengan harinya. Hari besar ini tentu saja berbeda dengan hari biasanya, contohnya hari minggu. Maka cara untuk perayaan umat kristen pada hari besar tertentu biasanya dikhususkan di gereja.

Namun secara umum ada 5 hari besar perayaan umat Kristen, yang dirayakan oleh hampir seluruh aliran gereja Kristen. Terutama pada Katolik, Ortodoks, dan Protestan.

Mengetahui Hari Besar Perayaan Umat Kristen Beserta Maknanya

Terdapat 5 hari besar perayaan umat Kristen yang merupakan hari raya Kristen terpenting dan terbesar. Walaupun memiliki makna yang berbeda-beda, hari raya Kristen tetap dijalankan sebagai mana mestinya. Metode perayaan yang berbeda-beda juga bukanlah suatu halangan untuk melaksanakannya.  Maka dari itu, ketahuilah hari besar perayaan umat Kristen sebagai berikut :

  1. Hari raya Paskah

Hari Raya Paskah merupakan perayaan terbesar dan pun puncak perayaan keagamaan umat kristiani. Di mana umat Kristiani memperingati peristiwa kebangkitan Yesus Kristus setelah tiga hari disalibkan. Tanggal hari raya paskah tidak tetap setiap tahunnya, paskah dirayakan pada hari Minggu pertama sesudah bulan purnama  yang jatuh pada tanggal 21Maret atau sesudahnya, sehingga Paskah biasanya jatuh antara tanggal 22 Maret hingga 27 April.

  1. Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Hari raya kenaikan Yesus Kristus atau dikenal juga dengan nama Kenaikan Isa Almasih. Kemudian dirayakan setelah 40 hari peristiwa kebangkitan Yesus Kristus dari maut. Seperti namanya, hari raya kenaikan Isa Almasih memperingati kenaikan Yesus ke surga setelah bangkit dari wafatnya. Pada hari ini, umat kristiani juga akan mengikuti perayaan ekaristi di gereja.

  1. Hari Raya Pentakosta

Hari raya Pentakosta dirayakan tepat 50 hari setelah paskah atau 10 hari setelah hari raya Kenaikan Isa Almasih. Pada hari raya ini, umat kristiani merayakan turunnya Roh Kudus.Pada hari raya pentakosta ini umat kristiani juga memperingati peristiwa lahirnya Gereja sebagai tempat persekutuan orang beriman.

  1. Hari Raya Ekaristi

hari raya Ekaristi yang merupakan hari peringatan untuk mengenang wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Untuk mengenang wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, umat Kristiani melakukan Perayaan Ekaristi atau Perjamuan Suci setiap Hari Minggu. Ekaristi sebagai tanda bahwa Yesus tidak lagi hadir dalam wujud manusia, melainkan dalam wujud Roh yang hidup.

  1. Hari Raya Natal

Kata Natal berasal dari bahasa Portugis yang artinya kelahiran. Benar saja, maka Natal diperingati sebagai hari lahirnya Yesus Kristus ke dunia. Peringatan ini dilakukan setiap 25 Desember dan Natal menjadi perayaan yang sangat krusial bagi umat agama Kristen. Biasanya sebelum Natal tiba, umat Kristiani melakukan kegiatan sepertti menghias rumah, menyiapkan kado, dan melakukan misa malam natal.

Mengulik Serangkaian Kegiatan Hari Raya Natal

Dalam bahasa Inggris, kata Christmas (Hari Natal) dipastikan berasal dari kata Cristes maesse, frasa dalam bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kadang-kadang kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Tradisi Natal diawali oleh Gereja Kristen terdahulu untuk memperingati sukacita kehadiran Juru Selamat “Mesias” di dunia. Selanjutnya sebelum natal tiba, biasanya terdapat serangkaian kegiatan yang dilakukan seperti berikut :

  • Menghias Rumah dengan Pernak-Pernik Natal

Menjadi hal yang wajib untuk menyambut natal. Pohon natal, lampu natal, bel, bola-bola salju, dan boneka sinterklas menjadi aksesoris penting saat perayaan Natal

  • Menyiapkan Kado untuk Bertukar Kado

Kado Natal menjadi simbol kalau Natal telah tiba. Hampir semua umat Kristiani melakukan hal ini. Tradisi bertukar kado saat Natal sudah menjadi kebudayaan orang Amerika dan Eropa. Isi kadonya juga beranekaragam, sesuai dengan budget dan kepada siapa kado tersebut akan diberikan

  • Misa Malam Natal

Malam Natal dirayakan untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus. Pada malam ini, terdapat gua replika sebagai kandang tempat Yesus dilahirkan. Gua tersebut juga akan diisi dengan patung Yesus, Bunda Maria, Yosef, para gembala, dan domba-domba. Sesuai sejarah natal, pada malam Natal inilah Santa Claus akan datang untuk membagi-bagikan hadiah. Hadiah ini dikhususkan bagi anak-anak, walaupun tidak menutup kemungkinan juga diberikan kepada orang dewasa.

Fakta Hari Besar Perayaan Umat Hindu Berdasarkan Kalender Saka

Fakta Hari Besar Perayaan Umat Hindu Berdasarkan Kalender Saka

Fakta Hari Besar Perayaan Umat Hindu Berdasarkan Kalender Saka – Perlu untuk diketahui bahwa Kalender Saka, kadang-kadang disebut sebagai penanggalan Saliwahana, atau sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Mungkin lebih tepatnya yakni saat Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi.

Tahun Baru Saka memiliki makna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional. Setiap tahunnya, umat Hindu merayakan pergantian Tahun Saka yang dilakukan dengan cara Nyepi selama 24 jam.

Fakta Hari Besar Perayaan Umat Hindu Berdasarkan Kalender Saka

Perayaan umat Hindu dirayakan untuk memperingati peristiwa maupun kebijaksanaan lokal. Hari besar umat Hindu itu pula dapat diketahui berdasarkan kalender Saka dan kalender Bali. Biasanya umat Hindu melakukan sembahyang atau seperti upacara suci, ketika sedang dalam perayaan umat hindu.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa hari besar agama Hindu di Indonesia, apalagi khususnya di Bali. Namun pada pembahasan kali ini, hanya difokuskan pada perayaan umat hindu yang berdasarkan kalender saka saja.

Fakta Hari Besar Perayaan Umat Hindu Berdasarkan Kalender Saka

 

Hari besar perayaan umat Hindu berdasarkan Kalender Saka terdapat 2 hari raya. Diketahui yakni Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Siwaratri. Mungkin, sebagian orang yang tidak beragama Hindu, kurang mengetahui apasajakah hari besar umat Hindu. Maka dari itu, agar menambah toleransi antar umat beragama, ketahuilah perayaan umat Hindu berdasarkan kalender Saka seperti berikut :

  • Hari Raya Nyepi

Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Sesuai namanya, pada Tahun Baru Saka semua umat Hindu di Bali melaksanakan catur brata penyepian dan menyepi. Namun, Hari raya Nyepi tak hanya dilakukan di Bali saja, Nyepi juga dilakukan oleh umat Hindu di sekitar Bali, misalnya di sebagian wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, Jawa Timur.

Tidak seperti hari raya pada umumnya yang dirayakan dengan pesta dan hingar bingar, hari raya Nyepi dirayakan dalam kesunyian. Pada saat perayaan hari raya nyepi, maka semua kegiatan di Bali ditiadakan seperti tempat makan, pusat perbelanjaan, hingga bandara ditutup. Tetapi, terkhusus rumah sakit tetap berjalan seperti biasa.

Sebenernya tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah untuk meminta permohonan kepada Tuhan, untuk membersihkan alam manusia dan alam semesta. Oleh karena itu, perayaan ini memiliki makna sebagai hari pembaruan, kebangkitan, kedamaian, dan toleransi.

Makna mendalam dari perayaan ini adalah bahwa umat Hindu selalu diingatkan jika apapun yang ada di dunia bukanlah apa-apa, sehingga umat tidak boleh terlalu bergantung pada semua hal. Makna Hari Raya Nyepi lainnya adalah bahwa umat bisa menyambut tahun baru Saka dengan semangat baru, dan tubuh, pikiran, dan jiwa yang bersih dari hal-hal buruk yang sudah dilalui.

Hari Besar Perayaan Umat Hindu Tak Hanya Nyepi, Ternyata Ada Lagi

Nah mungkin, semua orang berfikir bahwa hari besar umat Hindu ialah hanya Hari Raya Nyepi. Namun, ternyata kamu telah keliru. Sebenarnya jika berdasarkan kalender Saka, perayaan umat Hindu tidak hanya Nyepi saja. Terdapat juga yang namanya Hari Raya Sirawatri.

  • Hari Raya Sirawatri

Siwaratri adalah hari suci yang disakralkan oleh semua umat Hindu dengan melaksanakan pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa. Kemudian hal itu dilakukan dengan pelaksanaan yang khusus.

Siwaratri merupakan sebuah festival dan hari raya umat Hindu yang diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati hari turunnya TUHAN/Siwa. Atau Siwaratri secara harfiah berarti malam agung turunnya Siwa.

Hari Suci Siwaratri jatuh setiap setahun sekali berdasarkan kalender Isaka yaitu pada purwaning Tilem atau panglong ping 14 sasih Kepitu (bulan ke tujuh) dalam perhitungan kalender bali sebelum bulan mati (tilem), dalam kalender Masehi jatuh setiap bulan Januari.

Secara rinci kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan pada hari suci Siwaratri adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum melaksanakan seluruh kegiatan, maka terlebih dahulu dilaksanakan persembahyangan yang diperkirakan selesai tepat pada jam 06.00 dinihari
  2. Monabrata atau berdiam diri dan tak berbicara. Pelaksanaannya dilangsungkan di pagi hari dan dilakukan selama 12 jam tepatnya dari jam 06.00 – 18.00.
  3. Mejagra atau tidak tidur selama semalaman. Pelaksanaannya berlangsung dari pagi sampai pagi hari di keesokan harinya yang dilakukan selama 36 jam dari jam 06.00 – 18.00 di keesokan harinya.
  4. Upawasa atau tidak makan dan tidak minum. Puasa ini dilakukan selama 24 jam dari jam 06.00 – 06.00. Apabila sudah 12 jam maka diperbolehkan untuk makan dan minum dengan syarat bahwa nasi yang dimakan ialah nasi putih dengan garam dan minum air putih (air tawar tanpa gula).

Dapat disimpulkan bahwa Malam Siwaratri bukanlah malam peleburan dosa, melainkan peleburan kepapaan dari kelemahan sifat-sifat manusia. Jadi sangat dianjurkan bagi Umat Hindu untuk melakukan Bratha Siwaratri sehari sebelum Purnamaning sasih Kepitu. Yang tujuannya mengurangi kepapaan dan nafsu-nafsu indria yang dimiliki oleh manusia.

Bacaan Solat Ied Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Bacaan Solat Ied Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Bacaan Solat Ied Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaannya – Solat Ied merupakan ibadah salat wajib yang dilakukan setiap Idulfitri dan Idul adha. Wajib untuk kamu ketahui, bahwa solat ied termasuk dalam salat sunah muakad, yang artinya salat ini walaupun bersifat sunah, tetapi sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

Waktu solat Ied dimulai begitu berakhirnya waktu shalat subuh, atau ketika terbitnya matahari. Bahkan ia masih dapat dikerjakan hingga masuknya waktu zhuhur atau ketika matahari mulai terbit ke arah barat. Namun apabila solat shubuh sudah berakhir, akan tetapi pelaksanaan solat ied sebaiknya ditunda hingga matahari mulai naik hingga setinggi tombak.

Bacaan Solat Ied Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Meskipun seperti yang kita ketahui bahwa waktunya telah masuk, tetapi memang sebaiknya tidak dikerjakan terlalu pagi. Itulah agar dapat memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan persiapan dan pergi ke masjid atau lapangan.

Solat Ied sangat disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah di tanah lapang, masjid, musala dan tempat lainnya. Namun biasanya sholat Ied dilakukan di tanah terbuka, sebab mengingat banyak sekali jemaah yang hadir pada saat pelaksanaan shalat.

Bacaan Solat Ied Lengkap Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Pelaksanaan solat Ied sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat lainnya. Adapun yang membedakan hanyalah pada niat dan takbirnya. Perlu diketahui bahwa tidak ada adzan dan iqamah dalam sholat Idul Fitri. Namun, hanya digantikan dengan menyeru lafal ‘ash-shalata jami’ah’. Itulah mengapa, sudah semestinya setiap umat Muslim mengetahui bacaan solat Ied beserta tata cara pelaksanaannya yang benar.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Ibni Abbas ra bahwa Nabi SAW melakukan sholat Id 2 rakaat, beliau tidak melakukan sholat sebelumnya atau sesudahnya.” (HR. As-Sab’ah).

Perlu untuk diketahui bahwa hukum melafalkan niat sholat Ied adalah sunah. Sedangkan yang wajib adalah melafalkan secara sadar dan sengaja dalam batin berniat akan menunaikan sholat Ied. Adapun bacaan solat Ied yakni sebagai berikut :

Niat sholat Idul Fitri secara berjamaah yang dibaca oleh imam:

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta’ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah SWT.”

Niat sholat Idul Fitri secara berjamaah yang dibaca oleh makmum:

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Sementara itu, untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri bisa dilakukan dua rakaat secara berjemaah dan terdapat khutbah sesudahnya. Tetapi, jika terlambat datang, boleh dilakukan secara sendiri-sendiri di rumah daripada tidak sama sekali.

Tata Cara Pelaksanaan Solat Ied Secara Lengkap

Setelah mengetahui bacaan solat Ied, maka untuk selanjutnya kamu dapat megetahui tata cara pelaksanaan sholat Ied yang benar. Tata cara pelaksanaan sholat Ied dapat kamu ketahui sebagai berikut :

  1. Memulai dengan bacaan niat shalat idul fitri bagi imam atau makmum, yang bunyinya sebagai berikut:

Ushalli sunnata li’idil fithri rak’ataini makmuuman/imaman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

  1. Membaca takbiratul ihram (Allahuakbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  2. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara setiap takbir dianjurkan untuk membaca:

Subhanallah wal hamdulillah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar

  1. Membaca surah Al-Fatihah, kemudian diteruskan dengan membaca surah pendek Al-Qur’an.
  2. Setelah itu lalu ruku, sujud, duduk di antara dua sujud dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
  3. Pada rakaat kedua sebelum membaca surah al-Fatihah disunahkan untuk membaca takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan dan di antara setiap takbir disunahkan membaca:

Subhanallah wal hamdulilah wa laailaahaillallah wa Allahu Akbar

  1. Membaca al-Fatihah dan diteruskan membaca surah pendek dari Al-Qur’an.
  2. Setelah itu ruku, sujud dan seterusnya hingga salam.
  3. Setelah salam, kemudian dianjurkan atau disunahkan untuk mendengarkan khotbah Idul Fitri.

Itulah tadi, tata cara pelaksanaan beserta sebelumnya yakni bacaan solat Ied. Kemudian, setelah melaksanakan sholat Idul Fitri, umat Muslim disunahkan untuk mendengarkan khutbah. Pasalnya, khutbah Idul Fitri merupakan kesempurnaan sholat Idul Fitri.

Khutbah setelah sholat idul fitri dilaksanakan dengan dua khutbah, yaitu dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak. Selain itu, khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak 9 kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir 7 kali.

Makanan Haram Yang Dilarang Dalam Agama Islam, Jangan Dicoba!

Makanan Haram Yang Dilarang Dalam Agama Islam, Jangan Dicoba!

Makanan Haram Yang Dilarang Dalam Agama Islam, Jangan Dicoba! – Salah satu kebutuhan primer manusia yang paling penting adalah makanan. Hidup manusia akan terancam jika tidak makan dalam jangka waktu tertentu. Maka dari itu pemenuhan kebutuhan manusia terhadap makan berkaitan erat dengan pemeliharaan jiwa, pemeliharaan akal, dan pemeliharaan harta.

Makanan merupakan sumber protein yang berguna bagi manusia, yang berasal dari hewan disebut protein hewani dan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut protein nabati. Semuanya merupakan karunia Allah kepada manusia.

Dalam ajaran agama Islam, makanan yang dikonsumsi manusia khususnya umat Islam tidaklah bersifat bebas. Namun demikian, sesuai dengan ajaran Islam, maka kita perlu selektif memilih makanan karena ada yang bersifat halal ada pula yang bersifat haram.

Makanan Haram Yang Dilarang Dalam Agama Islam, Jangan Dicoba!

Makanan haram adalah makanan yang tidak boleh dikonsumsi umat Islam sesuai aturan Allah SWT dan rasul-Nya. Konsumsi makanan haram mendatangkan kerugian bagi muslim di dunia dan akhirat. Biasanya makanan dan minuman yang haram ini, akan memberikan pengaruh yang buruk terhadap tubuh jika kamu konsumsi. Bahkan banyak yang mengakibatkan kamu bisa terserang penyakit.

Secara umum, Alquran dan hadis mengatur ketentuan makanan yang layak dan tak layak konsumsi dengan menyebutkan jenis-jenis yang haram. Selain dari itu, maka makanan lainnya bisa dikategorikan halal, jika tidak disertai alasan tertentu. Misalnya, karena hasil curian, maka tetap akan diharamkan.

Makanan Haram Yang Dilarang Dalam Agama Islam, Jangan Dicoba!

Di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menetapkan beberapa jenis makanan haram untuk dikonsumsi umat Muslim. Dalil tersebut bisa kita temukan dalam surah Al- Qur’an yakni Surat Al- Maidah ayat 3

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.”

Agar dapat mengetahuinya secara lengkap, mari simak rincian makanan yang diharamkan untuk dimakan dalam agama Islam seperti berikut ini :

  1. Daging Babi

Dalam Islam, daging babi merupakan makanan haram yang dilarang dengan keras. Perintah larangan maemakan daging babi juga disampaikan langsung dalam Surat Al-Maidah Ayat 3.

  1. Bangkai Daging Hewan

Hal ini juga telah disampaikan langsung dalam Surat Al-Maidah Ayat 3, yang disebut tidak boleh memakan hewan yang sudah lebih dulu mati atau telah menjadi bangkai.

  1. Daging Hewan yang Disembelih Atas Nama Selain Allah SWT

Islam sangat melarang umatnya memakan binatang-binatang yang tidak menyebutkan nama Allah ketika menyembelihnya.

  1. Daging Hewan yang Memakan Kotoran

Baik hewan berkaki dua ataupun hewan berkaki empat, jika hewan tersebut memakan kotoran hewan lainnya atau kotoran manusia, makan dagingnya diharamkan.

  1. Mengandung Darah yang Mengalir

Hal ini juga terbukti secara ilmiah setelah dilakukan analisis kimia, bahwa darah yang mengalir mengandung uric acid (asam urat) dengan kadar yang cukup tinggi yang akan berbahaya bagi kesehatan.

  1. Makanan yang Diambil dari Orang Lain Tanpa Izin (hasil mencuri)

Walaupun makanan tersebut terbuat dari bahan yang halal, namun cara untuk mendapatkannya tersebut, dapat menjadikan makanan tersebut haram bagi tubuh.

  1. Hewan yang Diperintahkan Islam Untuk Dibunuh

Beberapa hewan yang diperintahkan untuk dibunuh dalam Islam memang memiliki kedudukan yang haram untuk dimakan.

  1. Hewan yang Dilarang Islam Untuk Dibunuh

Dilarang membunuh hewan artinya dilarang untuk dikonsumsi juga. Karena seandainya hewan tersebut juga boleh dimakan, maka hewan tersebut harus dibunuh terlebih dahulu.

  1. Hewan yang Bertaring

Sabda dari Rasulullah SAW di atas menjelaskan tentang hukum larangan memakan binatan bertaring dari jenis binatang buas, seperti beruang, anjing, serigala, harimau, dan lain sebagainya.

  1. Burung yang Berkuku Tajam

Seperti burung elang dan burung pemangsa lainnya. Daging dari burung berkuku tajam yakni haram, karena kuku-kuku yang digunakan oleh burung berkuku tajam tersebut digunakan untuk mencengkram mangsanya.

Mengetahui Dampak Buruk Mengkonsumsi Makanan Haram

 

Makanan yang kamu makan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan jasmani saja, akan tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan rohani. Maka dari itu, kamu harus menghindari berbagai makanan haram agar ibadah tetap lancar. Sebagaimana Allah SWT berfirman, yang artinya:

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al- Maidah ayat 88).

Adapun dampak yang terjadi pada seseorang, berupa akibat buruk bila mengkonsumsi makanan haram, yakni telah dirincikan sebagai berikut :

  • Doa yang dipanjatkan kepada Alah SWT tidak akan dikabulkan.
  • Merusak hati juga akal sehat manusia.
  • Merusak keimanan seseorang.
  • Mendapatkan dosa dan balasan buruk dari Allah SWT baik itu di dunia atau di akhirat (neraka).
  • Semua amal shaleh tidak akan diterima Allah SWT dalam wkatu 40 hari.
  • Merusak keturunan, apabila anak-anaknya diberi makanan dan minuman haram maka hati dan akalnya akan rusak pula.
  • Merupakan tindakan yang dzalim atas diri sendiri.
  • Hati senantiasa gelisah sebab dikejar oleh dosa-dosa.
  • Dan lain sebagainya.
error: Content is protected !!