Berita Agama

Memberikan informasi tentang ilmu-ilmu keagamaan dan berita agama terbaru

Banner

Cara Shalat Jenazah Untuk Pria Tuntunan Lengkap

Cara Shalat Jenazah

Cara Shalat Jenazah Untuk Pria Tuntunan Lengkap – Menshalatkan jenazah orang yang sudah meninggal didalam Islam hukumnya adalah fardu khifayah atau dalam artian wajib untuk dilaksanakan. Hal ini harus dilakukan dengan catatan jika jenazah orang yang meninggal tersebut sama sekali belum dishalatkan. Jika sudah ada yang melaksanakannya sebelumnya maka kewajiban tersebut gugur.

Sebagai umat muslim, mengetahui cara shalat jenazah yang baik dan benar tentu sangat penting. Selain diwajibkan, shalat fardu ini dimaksudkan agar jenazah yang nantinya dikebumikan akan mendapat kebaikan di akhirat. Cara melakukan shalat jenazah ini dibagi dua, shalat jenazah untuk pria dan shalat jenazah untuk wanita.

Cara Shalat Jenazah

Cara shalat jenazah tentu berbeda dengan shalat fardu 5 waktu yang diketahui pada umumnya yaitu didahului oleh Adzan dan Iqamah. Shalat ini hanya terdiri dari empat takbir dan dilakukan secara berdiri, jadi tidak ada gerakan rukuk, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, dan tahiyat awal ataupun akhir. Disinilah kami akan memberikan beberapa panduan dalam melakukan shalat jenazah untuk pria.

Berikut panduan lengkap bagaimana cara dan aturan shalat jenazah yang harus dilakukan oleh muslim secara benar:

Syarat Shalat Jenazah

Syarat dalam pelaksanaan tata cara shalat jenazah sudah dijelaskan dan tercantum dalam hadits berikut ini:

Bahwa ketika Sa’d bin Avu Waqash meninggal, Aisyah berkata, “Masuklah ia ke dalam masjid hingga aku bisa menshalatkannya.” Namun mereka tidak menyetujuinya, maka ia pun berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam telah menshalatkan jenazah dua orang putra Baidla di dalam masjid, yaitu Suhail dan saudaranya. “Muslim berkata, “Suhail bin Da’d adalah Ibnul Baidla, dan ibunya adalah Baidla”. (HR Muslim)

Inilah beberapa syarat dalam melaksanakan shalat jenazah yang perlu diperhatikan dengan baik dan benar:

  • Imam dan Makmum wajib membersihkan diri dari hadas dan najis
  • Imam dan Makmum wajib untuk menutup aurat
  • Jenazah harus selesai dimandikan dan ditutup dengan kain kafan sebelum dishalatkan

Rukun Sholat Jenazah

Setelah mengetahui syarat sholat jenazah, anda perlu mengetahui rukun sholat jenazah sebelum melaksanakannya. Inilah beberapa rukun shalat jenazah yang harus umat muslim ketahui:

  1. Niat
  2. Posisi berdiri imam sejajar dengan kepala jenazah
  3. Adanya empat takbir
  4. Dilakukan berdiri tanpa rukuk, sujud, dan duduk
  5. Berdiri bagi yang mampu
  6. Membaca surat Al-Fatihah
  7. Membaca shalawat Nabi Muhammad SAW setelah takbir kedua
  8. Mendoakan jenazah setelah takbir ketiga
  9. Salam dengan posisi berdiri

Baca Juga: Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Tata Cara Sholat Jenazah

Setelah rukun sholat jenazah anda pahami maka berikut tata cara shalat jenazah yang harus anda lakukan secara berurutan:

  1. Takbir Pertama : Membaca Niat dan Surat Al-Fatihah

Seperti yang dijelaskan jika sholat jenazah dilakukan empat takbir dan pada takbir pertama sholat jenazah dilakukan dengan membaca niat dan surah Al-Fatihah. Seperti yang sudah dijelaskan pada rukun sholat jenazah untuk melakukan sholat jenazah harus diawali dengan membaca niat. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca takbiratul ihram dan surah Al-Fatihah.

 

Berikut niat yang harus dibaca dalam sholat jenazah untuk pria:

 

أُصَلِّيْ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta’âlâ

  1. Takbir Kedua : Membaca Shalawat Nabi

Kemudian pada takbir kedua, cara shalat jenazah dilanjutkan dengan membaca shalawat Nabi sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.

  1. Takbir Ketiga : Berdoa Untuk Jenazah

Pada takbir ketiga, sholat jenazah dilanjutkan dengan membaca doa untuk jenazah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَمِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Baca Juga: Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

  1. Takbir Keempat : Membaca Doa Untuk Jenazah dan Keluarga yang Ditinggalkan

Pada takbir keempat dalam cara shalat jenazah dilanjutkan dengan membaca doa untuk jenazah dan keluarga yang ditinggalkan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

  1. Salam

Kemudian langkah yang harus dilakukan setelah membaca takbir keempat atau yang terakhir adalah mengucapkan salam kekanan dan kekiri seperti salam pada shalat fardu 5 waktu.

Demikianlah tuntunan lengkap sholat jenazah untuk pria yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan lebih.

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat – Membaca doa dan dzikir setelah melaksanakan sholat memang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan beberapa ulama berpendapat jika anda berdzikir setelah melaksanakan sholat maka akan mendapatkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat yang akan didapat jika berdzikir setelah selesai melaksanakan sholat adalah mendapat ketenangan.

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Berikut panduan bacaan dzikir lengkap yang dapat dilakukan ketika selesari dalam melaksanakan sholat:

Membaca Istighfar sebanyak 3 Kali

Anda harus membaca istighfar sebanyak 3 kali, berikut bacaan dan artinya:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal’adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih

Artinya : “Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Besar, tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang Maha Hidup yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan saya bertobat kepada-Nya.”

Baca Juga : Pahala Membaca Al-quran di Shalat Subuh

Membaca Dzikir kalimat Tauhid

Setelah selesai membaca Istighfar sebanyak 3 kali, maka bacaan dzikir lengkap berikutnya yaitu membaca doa ini:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai’innqodiir

Artinya: “Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, baik yang hidup atau mati, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.”

Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Neraka sebanyak 3 Kali

Jika sudah maka dilanjutkan dengan membaca doa untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari siksa api neraka yang dilakukan sebanyak 3 kali, berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allahumma Ajirni Minan-Naar

Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka.”

Membaca Doa Keselamatan

Bacaan dzikir lengkap selanjutnya yang harus anda lakukan adalah membaca doa keselamatan berikut ini:

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya’uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata’alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam

Artinya: “Ya Allah, engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepadamua lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa keselamatan maka bacaan dzikir lengkap dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah berikut ini:

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾

Bismillahir rohmanirro’hiim (1) Al’hamdulillahi robbil’aalamiin (2) Arro’hmanirro’him (3) Maliki Yawmiddiin (4) Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin (5) Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim (6) Shirotholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘Alaihim Wala Dholiin (7)

Artinya:  “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam (2) Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang (3) Pemilik hari pembalasan (4) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (5) Tunjukilah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)

Membaca Ayat Kursi

Langkah selanjutnya dalam panduan bacaan dzikir lengkap yaitu membaca Ayat Kursi sebagai berikut:

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

Membaca Surah Ali-Imran Ayat 18

Panduan bacaan dzikir lengkap berikutnya adalah membaca QS Ali-Imran ayat 18, sebagai berikut:

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Syahidallāhu annahụ lā ilāha illā huwa wal-malā`ikatu wa ulul-‘ilmi qā`imam bil-qisṭ, lā ilāha illā huwal-‘azīzul-ḥakīm

Artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Ali-Imran : 18)

Baca Juga : Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali

Setelah membaca surah Ali-Imran ayat 18 maka dilanjutkan dengan membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali. Berikut bacaan lengkapnya:

Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Subhanallah

Artinya: “Maha Suci Allah”

Kalimat Tahmid

الْحَمْدُلِلهِ

Alhamdulillah

Artinya: “Segala Puji Bagi Allah”

Kalimat Takbir

اللهُ اَكْبَر

Allahu Akbar

Artinya: “Allah Maha Besar”

Kalimat Tahlil

لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Lailaha Illallah

Artinya: “Tiada Tuhan Selain Allah”

Setelah melakukan rangkaian dari bacaan dzikir yang ada maka dilanjutkan dengan membaca doa. Silahkan Klik Disini! untuk elihat bacaan doa selengkapnya.

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap – Setelah melaksanakan sholat fardhu anda disarankan untuk tidak langsung pergi atau meninggalkan tempat sholat. Sebaiknya setelah anda melaksanakan sholat fardhu bacalah doa dan berdzikir atas nama Allah SWT agar selalu diberikan keselamatan. Selain itu, membaca doa setelah melaksanakan sholat fardu sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap

Adapun beberapa bacaan doa setelah shalat fardhu yang harus dilakukan, berikut rangkaian bacaan doa yang harus dilakukan:

  1. Membaca Istighfar sebanyak 3 Kali

Setelah anda selesai melaksanakan sholat fardhu maka langkah pertama adalah membaca Istighfar sebanyak 3 kali, berikut bacaannya:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal’adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih

  1. Membaca Doa

Selesai membaca istighfar sebanyak 3 kali, maka urutan bacaan doa setelah shalat dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai’innqodiir

Baca Juga : Pahala Membaca Al-quran di Shalat Subuh

  1. Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Neraka sebanyak 3 Kali

Jika sudah maka dilanjutkan dengan membaca doa untuk meminta perlindungan dari siksa api neraka yang dilakukan sebanyak 3 kali, berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allahumma Ajirni Minan-Naar

  1. Membaca Doa, dimaksudkan untuk Memuji Allah SWT

Urutan bacaan doa setelah shalat fardhu berikutnya yaitu membaca doa dengan maksud untuk memuji Allah SWT. Berikut bacaan doanya:

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya’uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata’alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam

  1. Membaca Surah Al-Fatihah

Selanjutnya setelah membaca doa yang dimaksudkan untuk memuji Allah SWT yaitu membaca surah Al-Fatihah berikut ini:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾ أمين

A’udzu Billahiminas Syaitho Nirrojiim : Bismillahir rohmanirro’hiim (1) Al’hamdulillahi robbil’aalamiin (2) Arro’hmanirro’him (3) Maliki Yawmiddiin (4) Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin (5) Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim (6) Shirotholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘Alaihim Wala Dholiin (7) Aamiin.

  1. Membaca Ayat Kursi

Urutan bacaan doa setelah shalat dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi sebagai berikut:

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

  1. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali

Setelah membaca Ayat Kursi maka urutan bacaan doa setelah shalat dilanjutkan dengan membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali. Berikut bacaan lengkapnya:

Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Subhanallah

Kalimat Tahmid

الْحَمْدُلِلهِ

Alhamdulillah

Kalimat Takbir

اللهُ اَكْبَر

Allahu Akbar

Kalimat Tahlil

لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Lailaha Illallah

Baca Juga : Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

  1. Membaca Doa Setelah Sholat

Setelah semua dilakukan maka langkah berikutnya adalah membaca doa setelah sholat berikut ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Hamdayyu-waafii ni’amahuuwayukaafi’u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukruka-maa yambaghiilijalaaliwajhika wa ‘azhiimisul-thaanik

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

Allaahumma shalliwasallim ’ala sayyidinaa muhammadiw wa ‘ala aali sayyidinaa muhammad shalaatan tun jihnaa bihatsa min jamii’il ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al hajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamits sayyi’aat. Wa atarfa ‘unaabihaa ‘indaka ‘aladdarajaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati minjamii’il khairaatifil hayaati wa ba’dal mamaat. Innahu samii’un qariibum mujiibudda’awaat wayaa qaadhiyal hajaat

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wa aakhirah. Wa ‘aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan ‘indalmaut wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut wan najaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْر

Allaahumma innaa na ‘uudzubika minal‘ajzi wal kasali wal bukhli wal harami wa ‘adzaabil qabri

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا

Allahummaa innaa na’uudzubika min’ilmin laa yanfa’u wa min qalbii laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyaba’u wa min da’watin laa yustajaabu lahaa

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

Rabbanagh firlanaa dzunuubanaa wa liwaalidiinaa walimasyaayikhinaa wa limu’alli-miinaa wa liman lahuu haqqun ‘alainaa wa liman ahabba wa ahsana ilainaa wa likaaffatil mus limiin ajma’iin

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ’aliim, wa tub’alainaa innaka antat tawwabur rahiim

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiduunnyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa ban naar

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Washallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihiwa shahbihiiwa sallam, wal hamdu lillaahirabbil ‘aalamiin

Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap – Dalam Islam, semua bersifat wajib atau fardhu yang bilamana dilakukan akan mendapat pahala dan jika tidak melakukannya mendapat dosa. Tetapi juga terdapat suatu hal yang bersifat sunnah yang berarti tidak wajib dilakukan. Jika anda melakukannya maka akan mendapatkan pahala sesuai yang dikerjakan dan jika tidak maka tidak akan mendapat dosa.

Salah satu ibadah yang bersifat sunnah adalah Shalat sunnah dhuha yang dikerjakan ketika matahari terbit hingga menjelang shalat dzuhur. Beberapa sumber bahkan menjelaskan jika shalat dhuha lebih baik dilakukan setelah melewati seperempat siang. Dengan kata lain, cara shalat dhuha yang benar adalah dilakukan seperempat kedua dalam sehari yaitu pada pukul sembilan pagi.

Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

Sebelum membahas tata cara shalat dhuha secara lengkap, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan dari sholat dhuha. Sholat dhuha dilaksanakan sebagai sarana untuk memohon ampunan dosa seperti yang tertuang dari hadits berikut:

“Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR At-Tirmidzi dan Ibu Majah)

Baca Juga : Panduan Lengkap Dalam Cara Shalat Jenazah

Selain itu sholat dhuha yang dikerjakan termasuk kedalam bagian dari sedekah dan hal tersebut sudah dijelaskan melalui sabda Rasulullah SAW berikut ini:

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR Muslim)

Jumlah Rakkat Dalam Sholat Dhuha

Dalam tata cara shalat dhuha, sholah sunnah ini dikerjakan seperti pada sholat sunnah lainnya yaitu sebanyak dua rakaat dengan satu salam. Perbedaannya hanya terletak pada niat, waktu, dan bacaan sholat dhuha yang harus dilafadzkan. Walau dikerjakan paling sedikit dua rakaat, para ulama tidak membatasi jumlah rakaat yang harus dilakukan dalam sholat sunnah dhuha.

Beberapa ulama berpendapat jika sholat sunnah dhuha dilakukan maksimal sampai dengan 12 rakaat dan ada juga yang mengatakan bisa lebih banyak sampai batas waktu dhuha berakhir. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah melakukan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat. Beliau juga pernah melaksanakan cara shalat dhuha sebanyak 8 rakaat dan setiap dua rakaat beliau mengucapkan salam.

Hal tersebut bahkan dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW melalui Ummu Hani’ binti Abi Thalib berikut ini:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam.” (HR. Abu Dawud).

Niat Sholat Dhuha dan Tata Caranya

Setelah anda mengetahui jumlah rakaat dalam pelaksanaan sholat dhuha, hal selanjutnya yang harus anda pahami adalah tata cara shalat dhuha dan bacaan niat untuk melakukan sholat sunnah dhuha. Berikut penjelasan lengkapnya:

Niat Sholat Dhuha :

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatal Dhuha Rak’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillahi Ta’alaa

Artinya: “Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Sunnah Dhuha :

Berikutlah panduan lengkap tata cara shalat dhuha yang harus anda lakukan,

Rakaat Pertama;

  1. Membaca Niat Sholat Dhuha
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha
  6. Rukuk dengan tuma’ninah
  7. Itidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk Diantara Dua Sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud Kedua dengan tuma’ninah

Lalu berdiri dan dilanjutkan dengan rakaat kedua,

Rakaat Kedua;

  1. Membaca Surah Al-Fatihah
  2. Membaca Surah As-Syams
  3. Rukuk dengan tuma’ninah
  4. Itidal dengan tuma’ninah
  5. Sujud dengan tuma’ninah
  6. Duduk Diantara Dua Sujud dengan tuma’ninah
  7. Sujud Kedua dengan tuma’ninah
  8. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  9. Salam
  10. Membaca Doa Sholat Dhuha

Baca Juga : Fungsi Dari Melaksanakan Shalat Istighosah

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dluha itu waktu dluhaMu, kecantikan ialah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu”.

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, jika rizkiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dluha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan
kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Fungsi Dari Melaksanakan Shalat Istighosah

Fungsi Dari Melaksanakan Shalat Istighosah

Fungsi Dari Melaksanakan Shalat Istighosah – Sebagai seorang muslim, melakukan ibadah shalat merupakan kewajiban yang paling utama. Salah satu ibadah shalat yang dilakukan oleh seorang muslim adalah Istighosah. Ibadah ini sering dilakukan oleh umat muslim untuk meminta pertolongan. Biasanya pertolongan yang diminta berkaitan dengan sebuah kejadian tertentu, seperti mendapat bencana atau menghadapi ujian.

Shalat Istighosah juga dilakukan seorang muslim apabila memiliki suatu harapan tertentu yang sangat besar. Selain itu, Istighosah berisi do’a permintaan kepada Allah SWT agar dihilangkan atau terlepas dari bala bencana. Untuk lebih memperjelas mengenai sholat istighosah, kami sudah merangkum beberapa penjelasan dan fungsi dalam melaksakan shalat ini serta manfaat yang diterima.

Fungsi Dari Melaksanakan Shalat Istighosah

Pengertian Istighosah

Istighosah memiliki banyak makna dan diartikan sebagai pertolongan, permintaan, atau permohonan. Para ulama juga sepakat jika istighosah dimaksudkan sebagai meminta pertolongan ketika dalam keadaan sukar dan sulit. Penjelasan shalat istighosah ini juga sudah tertuang dalam firman Allah SWT pada QS Al-Baqarah ayat 45 yang berbunyi:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya: “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS Al-Baqarah: 45)

Baca Juga : Panduan Lengkap Dalam Cara Shalat Jenazah

Beberapa pengertian mengenai istighosah lainnya juga dapat anda ketahui, sepeti yang dimaksudkan dalam munjid fil lughoh wa a’lam adalah mengharapkan pertolongan dan kemenangan. Sedangkan Barmawie Umari berpenjapat jika  istighosah adalah do’a-do’a sufi yang dibaca dengan menghubungkan diri pribadi dan Tuhan yang berisikan kehendak dan permohonan.

Shalat istighosah didalamnya meminta bantuan tokoh-tokoh populer dan memiliki amal saleh yang besar. Selain itu istighosah juga dapat diartikan seperti melakukan do’a yang tidak biasa karena permohonan yang diminta dalam shalat tersebut bukan hal yang biasa. Beberapa penjelasan tersebutlah yang berkaitan dengan arti istighosah pada umumnya.

Macam-Macam Istighosah

Setelah anda memahami beberapa pengertian tentang istighosah, berikut beberapa macam istighosah yang harus diketahui:

  1. Istighosah Kepada Allah SWT

Shalat Istighosah kepada Allah sudah dijelaskan dalam QS Al-Anfal ayat 9 yang berbunyi:

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ

Artinya: “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS Al-Anfal: 9)

Ayat ini menjelaskan peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW memohon bantuan kepada Allah SWT. Ketika itu beliau sedang berada di tengah perang badar, di mana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar daripada pasukan umat muslim. Kemudian Allah SWT mengabulkan permohohan Nabi tersebut dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa pasukan yang terdiri dari seribu malaikat.

Bahkan permohonan Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT dalam meminta pertolongan ini juga dijelaskan dalam QS Al-Ahqaf ayat 17 yang berbunyi:

وَالَّذِيْ قَالَ لِوَالِدَيْهِ اُفٍّ لَّكُمَآ اَتَعِدَانِنِيْٓ اَنْ اُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُوْنُ مِنْ قَبْلِيْۚ وَهُمَا يَسْتَغِيْثٰنِ اللّٰهَ وَيْلَكَ اٰمِنْ ۖاِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّۚ فَيَقُوْلُ مَا هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ

Artinya: “Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, “Ah.” Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu benar.” Lalu dia (anak itu) berkata, “Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu.” (QS Al-Ahqaf: 17)

  1. Istighosah Kepada Selain Allah SWT

Selain kepada Allah SWT, shalat istighosah juga dapat dilakukan kepada selain Allah SWT dan hukumnya boleh. Menurut Nahdlatul Ulama, beristighosah kepada selain Allah SWT adalah boleh dengan melihat bahwa makhluk yang dimintai pertolongan adalah sebab. Jadi, walaupun sesungguhnya pertolongan itu datangnya dari Allah SWT dan Allah SWT adalah pemberi pertolongan sesungguhnya.

Namun jika tidak menafikan bahwa Allah SWT menjadikan sebab-sebab yang ada telah dipersiapkan agar terwujud pertolongan tersebut.

Manfaat Istighosah

Melakukan shalat istighosah tentu dilakukan dengan bacaan doa istoghosah termasuk bacaan dzikir didalamnya. Dzikir merupakan salah satu kewajiban umat muslim yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran. Dengan begitu, banyak manfaat yang akan anda rasakan baik secara langsung maupun tidak langsung ketika beristighosah.

Baca Juga : Pahala Membaca Al-quran di Shalat Subuh

Berikut beberapa manfaat istighosah yang dijelaskan oleh Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani dalam bukunya Berselimut Cahaya Tuhan:

  1. Mendatangkan Keridhoan Allah SWT
  2. Mengusir Syaitan, menundukann, dan mengenyahkannya
  3. Menghilangkan kesedihan dan kemuraman hati
  4. Mendatangkan kegembiraan dan ketentraman (di dalam) hati
  5. Melapangkan rizki
  6. Menumbuhkan perasaan bahwa dirinya diawasi Allah SWT, sehingga mendorongnya untuk selalu berbuat kebajikan
  7. Takbir, tasbih, tahmid, dan tahlil yang diucapkan hamba saat berdzikir akan mengingatkannya saat dia ditimpa kesulitan
  8. Malaikat akan selalu memintakan ampunan kepada Allah SWT bagi orang-orang yang berdzikir
  9. Orang yang berdzikir (mengingat Allah SWT) senantiasa merasa dengan dengan-Nya dan Allah SWT bersamanya
error: Content is protected !!