Berita Agama

Memberikan informasi tentang ilmu-ilmu keagamaan dan berita agama terbaru

Banner

Inilah Kampus Islam di Indonesia Yang Dinyatakan Paling Terbaik!

Inilah Kampus Islam di Indonesia Yang Dinyatakan Paling Terbaik!

Inilah Kampus Islam di Indonesia Yang Dinyatakan Paling Terbaik! – Webometrics adalah suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap seluruh universitas terbaik di dunia melalui website universitas tersebut. Webometric melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 22 ribu Perguruan Tinggi diseluruh dunia, termasuk perguruan tinggi Indonesia.

Tahun ini, Webometrics Ranking Web of Universities mempublikasikan daftar perguruan tinggi terbaik di dunia. Situs itu mengungkapkan bahwa yercatat ada delapan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) berhasil masuk 100 besar perguruan tinggi terbaik se-Indonesia versi Webometrics. Selain Universitas Islam Negeri atau UIN terbaik ada juga Institut Agama Islam Negeri atau IAIN yang masuk daftar ini.

Inilah Kampus Islam di Indonesia Yang Dinyatakan Paling Terbaik!

Peringkat ini diperbaharui setiap bulan Januari dan Juli, dan Ada empat komponen yang menjadi indikator utama dari penilaian Webometrics ini, yaitu: Presence, Impact, Openness, dan Excellence. Dengan komposisi penilaian Presence : 5 %, Impact: 50%, Openness : 10%, Excellence: 35%.

Secara mengejutkan, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-3 dengan koleksi 2.694 perguruan tinggi, yang terdiri dari Perguruan Tinggi Swasta, Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Agama.

Inilah Kampus Islam di Indonesia Yang Dinyatakan Paling Terbaik!

Setiap kampus adalah tempat belajar yang baik, memberikan fasilitas yang baik untuk mahasiswanya. Tidak ada kampus yang ingin memberikan fasilitas yang buruk. Semua kampus ingin memberikan mahasiswanya yang terbaik. Termasuk juga kampus islam di Indonesia. Berikut ini adalah daftar kampus islam di Indonesia yang dinyatakan paling baik, yakni antara lain :

  1. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Inilah Kampus Islam di Indonesia Yang Dinyatakan Paling Terbaik!

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri terbaik se-Indonesia berdasarkan peringkat Webometrics. Dalam pemeringkatan tersebut,  Universitas ini masuk dalam 100 besar perguruan terbaik Indonesia. UIN SGD Bandung berada pada peringkat ke-38 dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia, sekaligus ranking ke-3.913 dunia versi Webometrics.

Awalnya, IAIN Sunan Gunung Djati Bandung didirikan pada 8 April 1968 dan berubah menjadi UIN pada 2005. UIN Bandung pernah mendapatkan skor paling tinggi untuk bidang Kinerja dan Publikasi Ilmiah dari Science dan Technology Index (Sinta) selama tiga tahun berturut-turut.

  1. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di posisi ke-2 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri terbaik. Universitas yang telah melahirkan banyak cendekiawan ini menduduki peringkat ke-51 perguruan terbaik se-Indonesia sekaligus ranking ke-4.317 dari universitas dunia versi Webometrics.

Kampus yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan ini juga merupakan cikal bakal pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. UIN Jakarta tidak hanya menjadi “jendela Islam di Indonesia”, tetapi juga simbol bagi kemajuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pembangunan sosial-keagamaan.

  1. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri terbaik ke-3 versi Webometrics adalah UIN Raden Intan Lampung. Universitas yang menduduki posisi ke-60 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia ini memiliki slogan “Intelectuallity, Spirituality, Integriti”. Awalnya kampus ini bernama IAIN Bandar Lampung dan kemudian diberi nama Raden Intan yaitu seorang pahlawan nasional Indonesia asal Lampung. Pada 7 April 2017, IAIN Bandar Lampung secara resmi menjadi universitas dan mengubah Namanya menjadi (UIN) Raden Intan Bandar Lampung

  1. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri terbaik ke-4 versi Webometrics adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Universitas yang berlokasi di Jalan Marsda Adisucipto, Yogyakarta ini masuk dalam 100 besar perguruan tinggi terbaik se-Indonesia, tepatnya menduduki peringkat ke-70.

UIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta ini merupakan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pertama di Indonesia. Nama UIN Sunan Kalijaga sendiri diambil dari salah satu nama penyebar agama Islam di Jawa, Walisongo. Secara kelembagaan, Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga bertransformasi menjadi universitas pada 2004.

  1. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

UIN Sunan Ampel Surabaya berada di posisi ke-7 PTKN terbaik se-Indonesia versi Webometrics. Universitas yang memiliki visi untuk menjadi universitas Islam yang unggul dan kompetitif bertaraf internasional ini berada pada posisi ke-80 dari seluruh perguruan tinggi se-Indonesia, atau ranking ke-5235 se-dunia versi Webometrics.

Universitas ini tidak hanya diminati oleh masyarakat Surabaya, UIN Sunan Ampel memiliki mahasiswa yang datang dari seluruh kawasan Indonesia bahkan luar negeri.

Mari Mengetahui Bedanya UIN Dengan IAIN

Banyaknya kampus di Indonesia membuat penyebutannya pun berbeda-beda. Termasuk juga nama Perguruan Tinggi Islam. PTI (Perguruan Tinggi Islam) di Indonesia ada beberapa jenis yaitu UIN (Universitas Islam Negeri) dan IAIN (Institut Agama Islam Negeri). Lalu apa si perbedaan dari UIN dan IAIN?

UIN yang merupakan singkatan dari Universitas Islam Negeri adalah kampus negeri yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Tidak seperti kampus-kampus negeri pada umumnya yang berada di bawah naungan Kemendikbud, UIN adalah kampus pendidikan tinggi yang berada di bawah pengawasan Kemenag.

Tentu saja sesuai namanya, kampus ini mengemban cita-cita keislaman, dan itu terlihat dari mata kuliah yang ada di dalamnya. Memang UIN hadir sebagai wajah baru pendidikan tinggi berbasis agama Islam, dengan diadakannya disiplin-disiplin umum di dalamnya.

Sedangkan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sama seperti UIN yaitu kampus yang masih sama-sama di bawah naungan Kementerian Agama, hanya saja IAIN hanya menyediakan disiplin-disiplin ilmu yang berbasis Agama Islam saja. Tidak ada jurusan ilmu umum di dalamnya.

Wajib Tahu! Penjelasan Mengenai Beberapa Hal Penyebab Batal Wudhu

Wajib Tahu! Penjelasan Mengenai Beberapa Hal Penyebab Batal Wudhu

Wajib Tahu! Penjelasan Mengenai Beberapa Hal Penyebab Batal Wudhu Wudhu adalah bersuci dari kotoran (najis) dan dilakukan sebelum melaksanakan sholat, membaca al-quran atau kitab suci. Namun, masih banyak orang yang tidak tahu beberapa hal yang membatalkan wudhu. Perintah wajib wudhu bersamaan dengan perintah wajib shalat lima waktu yaitu terdapat dalam al-qur’an surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi :

”yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka’baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj’ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni’matahụ ‘alaikum la’allakum tasykurụn”

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

Wajib Tahu! Penjelasan Mengenai Beberapa Hal Penyebab Batal Wudhu

Lalu apa sajakah hal-hal yang menyebabkan batalnya wudhu?

Wajib Tahu! Penjelasan Mengenai Beberapa Hal Penyebab Batal Wudhu

Dalam Quran surat Al Maidah ayat 6, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk bersuci sebelum melaksanakan sholat. Tata caranya pun dilakukan dengan membasuh wajah, tangan sampai siku, kepala, dan kedua kaki sampai mata kaki. Bersumber dari buku H.Sulaiman Rasjid yang berjudul “Fiqh Islam” ada 4 hal yang membatalkan wudhu yaitu:

  1. Keluarnya sesuatu dari dua pintu atau dari salah satunya

Hal tersebut baik berupa zat atau angin yang biasa ataupun tidak biasa, seperti darah baik yang keluar itu najis ataupun suci seperti ulat. Berarti buang air baik kecil dan besar itu membatalkan wudhu. Sabda Rasulullah SAW “Allah tidak menerima shalat seseorang apabila ia berhadas (keluar sesuatu dari salah satu kedua lubang) sebelum ia berwudhu”.

  1. Hilang Akal

Hilang akal karena mabuk atau gila, pingsan, dan tidur. Tidur yang dapat membatalkan wudhu jika tidur membuat seseorang kehilangan kesadaran, baik itu tidur dengan cara berbaring atau duduk sekalipun. Demikian pula, karena tidur dengan keluar angin yang tidak tertutup. Sedangkan, tidur dengan pintu keluar angin yang tertutup, seperti orang tidur dengan duduk yang tetap, tidaklah batal wudhunya.

  1. Bersentuhan kulit laki laki dan perempuan dewasa

Menurut Mahzab Syafii, bersentuhnya kulit laki-laki dan perempuan dewasa yang bukan mahram tanpa adanya penghalang mampu membatalkan wudhu, terlebih jika akibat sentuhnya itu menimbulkan syahwat.

Kecuali, menyentuh dengan mahram, baik mahram turunan, pertalian persusuan, ataupun mahram perkawinan. Sedangkan, menurut mazhab lain ada pula yang berpendapat bahwa bersentuh kulit laki-laki dengan perempuan itu tidak membatalkan wudhu, yang membatalkan wudhu adalah bersetubuh.

  1. Menyentuh aurat (kemaluan) dan dubur belakang dengan telapak tangan

Rasulullah bersabda, “Jika seseorang menyentuh kemaluannya (dengan telapak tangan) maka hendaknya ia berwudhu, dalam riwayat lain: barangsiapa menyentuh kemaluannya maka hendaknya ia berwudhu” (HR. Malik, Syafie, Abu Dawud dengan sanad shahih).

Baik menyentuh kemaluannya sendiri maupun kemaluan orang lain, baik kemaluan laki-laki maupun kemaluan wanita, baik kemaluan manusia yang masih hidup atau pun kemauan manusia yang telah mati (mayat), baik kemaluan orang dewasa maupun kemaluan anak kecil.

Adapun, perkara yang membatalkan wudhu, apabila bertemu dua kemaluan (berjimak), keluar air mani, dan apabila orang kafir masuk islam (mualaf).

Perhatikan Langkah-langkah Ini Agar Wudhunya Tetap Terjaga !

Pasti kita pernah merasakan kesal saat sudah ambil wudhu terbatal akibat buang angin ataupun hal lainnya. Maka dari itu, kita tidak boleh berlama-lama untuk menunda wudhu agar tidak terjadinya batal wudhu dengan sia-sia. Jadi yang perlu kita lakukan yaitu :

  1. Setiap kali batal karena buang angin maka segeralah berwudhu kembali.

Sebenarnya buang angin merupakan proses fisiologis, artinya normal dan memang proses itu diperlukan demi kesehatan tubuh. Namun, frekuensi buang angin yang terlalu sering juga terpengaruh dari makanan dan pola hidup kita.

Maka dari itu, usahakan buang air besar setiap hari. Untuk itu, kita perlu mengonsumsi sayur dan buah-buahan serta minum air yang cukup setiap hari dan ditambah dengan olahraga teratur.

  1. Hindari makanan/minuman yang memproduksi gas.

Makanan atau minuman yang memproduksi gas sangat berpengaruh bagi kita untuk membuang angin secara terus menerus. Makanan atau minuman yang memproduksi gas misalnya: kacang, sayur/buah tertentu, dan minuman bersoda.

Khusus untuk Muslimah, akan lebih mudah untuk memperbarui wudhu apabila mengenakan busana Muslimah yang sederahana sehingga memudahkan dalam proses berwudhu di tempat umum. Agar auratnya tetap terjaga dan tidak terlalu terumbar.

Menjaga wudhu merupakan salah satu amalan yang utama. Kita pun sebenarnya sangat bisa menjaga wudhu. Cukup mudah asalkan dilandasi dengan kemauan kuat dan niat karena Allah.

Cara Shalat Jenazah Untuk Pria Tuntunan Lengkap

Cara Shalat Jenazah

Cara Shalat Jenazah Untuk Pria Tuntunan Lengkap – Menshalatkan jenazah orang yang sudah meninggal didalam Islam hukumnya adalah fardu khifayah atau dalam artian wajib untuk dilaksanakan. Hal ini harus dilakukan dengan catatan jika jenazah orang yang meninggal tersebut sama sekali belum dishalatkan. Jika sudah ada yang melaksanakannya sebelumnya maka kewajiban tersebut gugur.

Sebagai umat muslim, mengetahui cara shalat jenazah yang baik dan benar tentu sangat penting. Selain diwajibkan, shalat fardu ini dimaksudkan agar jenazah yang nantinya dikebumikan akan mendapat kebaikan di akhirat. Cara melakukan shalat jenazah ini dibagi dua, shalat jenazah untuk pria dan shalat jenazah untuk wanita.

Cara Shalat Jenazah

Cara shalat jenazah tentu berbeda dengan shalat fardu 5 waktu yang diketahui pada umumnya yaitu didahului oleh Adzan dan Iqamah. Shalat ini hanya terdiri dari empat takbir dan dilakukan secara berdiri, jadi tidak ada gerakan rukuk, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, dan tahiyat awal ataupun akhir. Disinilah kami akan memberikan beberapa panduan dalam melakukan shalat jenazah untuk pria.

Berikut panduan lengkap bagaimana cara dan aturan shalat jenazah yang harus dilakukan oleh muslim secara benar:

Syarat Shalat Jenazah

Syarat dalam pelaksanaan tata cara shalat jenazah sudah dijelaskan dan tercantum dalam hadits berikut ini:

Bahwa ketika Sa’d bin Avu Waqash meninggal, Aisyah berkata, “Masuklah ia ke dalam masjid hingga aku bisa menshalatkannya.” Namun mereka tidak menyetujuinya, maka ia pun berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam telah menshalatkan jenazah dua orang putra Baidla di dalam masjid, yaitu Suhail dan saudaranya. “Muslim berkata, “Suhail bin Da’d adalah Ibnul Baidla, dan ibunya adalah Baidla”. (HR Muslim)

Inilah beberapa syarat dalam melaksanakan shalat jenazah yang perlu diperhatikan dengan baik dan benar:

  • Imam dan Makmum wajib membersihkan diri dari hadas dan najis
  • Imam dan Makmum wajib untuk menutup aurat
  • Jenazah harus selesai dimandikan dan ditutup dengan kain kafan sebelum dishalatkan

Rukun Sholat Jenazah

Setelah mengetahui syarat sholat jenazah, anda perlu mengetahui rukun sholat jenazah sebelum melaksanakannya. Inilah beberapa rukun shalat jenazah yang harus umat muslim ketahui:

  1. Niat
  2. Posisi berdiri imam sejajar dengan kepala jenazah
  3. Adanya empat takbir
  4. Dilakukan berdiri tanpa rukuk, sujud, dan duduk
  5. Berdiri bagi yang mampu
  6. Membaca surat Al-Fatihah
  7. Membaca shalawat Nabi Muhammad SAW setelah takbir kedua
  8. Mendoakan jenazah setelah takbir ketiga
  9. Salam dengan posisi berdiri

Baca Juga: Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Tata Cara Sholat Jenazah

Setelah rukun sholat jenazah anda pahami maka berikut tata cara shalat jenazah yang harus anda lakukan secara berurutan:

  1. Takbir Pertama : Membaca Niat dan Surat Al-Fatihah

Seperti yang dijelaskan jika sholat jenazah dilakukan empat takbir dan pada takbir pertama sholat jenazah dilakukan dengan membaca niat dan surah Al-Fatihah. Seperti yang sudah dijelaskan pada rukun sholat jenazah untuk melakukan sholat jenazah harus diawali dengan membaca niat. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca takbiratul ihram dan surah Al-Fatihah.

 

Berikut niat yang harus dibaca dalam sholat jenazah untuk pria:

 

أُصَلِّيْ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta’âlâ

  1. Takbir Kedua : Membaca Shalawat Nabi

Kemudian pada takbir kedua, cara shalat jenazah dilanjutkan dengan membaca shalawat Nabi sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.

  1. Takbir Ketiga : Berdoa Untuk Jenazah

Pada takbir ketiga, sholat jenazah dilanjutkan dengan membaca doa untuk jenazah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَمِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Baca Juga: Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

  1. Takbir Keempat : Membaca Doa Untuk Jenazah dan Keluarga yang Ditinggalkan

Pada takbir keempat dalam cara shalat jenazah dilanjutkan dengan membaca doa untuk jenazah dan keluarga yang ditinggalkan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

  1. Salam

Kemudian langkah yang harus dilakukan setelah membaca takbir keempat atau yang terakhir adalah mengucapkan salam kekanan dan kekiri seperti salam pada shalat fardu 5 waktu.

Demikianlah tuntunan lengkap sholat jenazah untuk pria yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan lebih.

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat – Membaca doa dan dzikir setelah melaksanakan sholat memang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan beberapa ulama berpendapat jika anda berdzikir setelah melaksanakan sholat maka akan mendapatkan berbagai manfaat. Salah satu manfaat yang akan didapat jika berdzikir setelah selesai melaksanakan sholat adalah mendapat ketenangan.

Panduan Bacaan Dzikir Lengkap Setelah Shalat

Berikut panduan bacaan dzikir lengkap yang dapat dilakukan ketika selesari dalam melaksanakan sholat:

Membaca Istighfar sebanyak 3 Kali

Anda harus membaca istighfar sebanyak 3 kali, berikut bacaan dan artinya:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal’adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih

Artinya : “Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Besar, tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang Maha Hidup yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan saya bertobat kepada-Nya.”

Baca Juga : Pahala Membaca Al-quran di Shalat Subuh

Membaca Dzikir kalimat Tauhid

Setelah selesai membaca Istighfar sebanyak 3 kali, maka bacaan dzikir lengkap berikutnya yaitu membaca doa ini:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai’innqodiir

Artinya: “Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, baik yang hidup atau mati, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.”

Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Neraka sebanyak 3 Kali

Jika sudah maka dilanjutkan dengan membaca doa untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT dari siksa api neraka yang dilakukan sebanyak 3 kali, berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allahumma Ajirni Minan-Naar

Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka.”

Membaca Doa Keselamatan

Bacaan dzikir lengkap selanjutnya yang harus anda lakukan adalah membaca doa keselamatan berikut ini:

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya’uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata’alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam

Artinya: “Ya Allah, engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepadamua lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa keselamatan maka bacaan dzikir lengkap dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah berikut ini:

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾

Bismillahir rohmanirro’hiim (1) Al’hamdulillahi robbil’aalamiin (2) Arro’hmanirro’him (3) Maliki Yawmiddiin (4) Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin (5) Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim (6) Shirotholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘Alaihim Wala Dholiin (7)

Artinya:  “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam (2) Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang (3) Pemilik hari pembalasan (4) Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (5) Tunjukilah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)

Membaca Ayat Kursi

Langkah selanjutnya dalam panduan bacaan dzikir lengkap yaitu membaca Ayat Kursi sebagai berikut:

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

Membaca Surah Ali-Imran Ayat 18

Panduan bacaan dzikir lengkap berikutnya adalah membaca QS Ali-Imran ayat 18, sebagai berikut:

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Syahidallāhu annahụ lā ilāha illā huwa wal-malā`ikatu wa ulul-‘ilmi qā`imam bil-qisṭ, lā ilāha illā huwal-‘azīzul-ḥakīm

Artinya: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Ali-Imran : 18)

Baca Juga : Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali

Setelah membaca surah Ali-Imran ayat 18 maka dilanjutkan dengan membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali. Berikut bacaan lengkapnya:

Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Subhanallah

Artinya: “Maha Suci Allah”

Kalimat Tahmid

الْحَمْدُلِلهِ

Alhamdulillah

Artinya: “Segala Puji Bagi Allah”

Kalimat Takbir

اللهُ اَكْبَر

Allahu Akbar

Artinya: “Allah Maha Besar”

Kalimat Tahlil

لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Lailaha Illallah

Artinya: “Tiada Tuhan Selain Allah”

Setelah melakukan rangkaian dari bacaan dzikir yang ada maka dilanjutkan dengan membaca doa. Silahkan Klik Disini! untuk elihat bacaan doa selengkapnya.

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap – Setelah melaksanakan sholat fardhu anda disarankan untuk tidak langsung pergi atau meninggalkan tempat sholat. Sebaiknya setelah anda melaksanakan sholat fardhu bacalah doa dan berdzikir atas nama Allah SWT agar selalu diberikan keselamatan. Selain itu, membaca doa setelah melaksanakan sholat fardu sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Bacaan Doa Setelah Shalat Fardhu Lengkap

Adapun beberapa bacaan doa setelah shalat fardhu yang harus dilakukan, berikut rangkaian bacaan doa yang harus dilakukan:

  1. Membaca Istighfar sebanyak 3 Kali

Setelah anda selesai melaksanakan sholat fardhu maka langkah pertama adalah membaca Istighfar sebanyak 3 kali, berikut bacaannya:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullah Hal’adzim, Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih

  1. Membaca Doa

Selesai membaca istighfar sebanyak 3 kali, maka urutan bacaan doa setelah shalat dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa ‘Alaa Kulli Syai’innqodiir

Baca Juga : Pahala Membaca Al-quran di Shalat Subuh

  1. Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Neraka sebanyak 3 Kali

Jika sudah maka dilanjutkan dengan membaca doa untuk meminta perlindungan dari siksa api neraka yang dilakukan sebanyak 3 kali, berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

Allahumma Ajirni Minan-Naar

  1. Membaca Doa, dimaksudkan untuk Memuji Allah SWT

Urutan bacaan doa setelah shalat fardhu berikutnya yaitu membaca doa dengan maksud untuk memuji Allah SWT. Berikut bacaan doanya:

للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

Allahumma Angtassalam, Wamingkassalam, Wa Ilayka Ya’uudussalam Fakhayyina Rabbanaa Bissalaam Wa-Adkhilnaljannata Darossalaam Tabarokta Rabbanaa Wata’alayta Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam

  1. Membaca Surah Al-Fatihah

Selanjutnya setelah membaca doa yang dimaksudkan untuk memuji Allah SWT yaitu membaca surah Al-Fatihah berikut ini:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧﴾ أمين

A’udzu Billahiminas Syaitho Nirrojiim : Bismillahir rohmanirro’hiim (1) Al’hamdulillahi robbil’aalamiin (2) Arro’hmanirro’him (3) Maliki Yawmiddiin (4) Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin (5) Ihdinash-Shiro Tholmustaqiim (6) Shirotholladziina An’amta ‘Alaihim Ghoiril maghdhuubi ‘Alaihim Wala Dholiin (7) Aamiin.

  1. Membaca Ayat Kursi

Urutan bacaan doa setelah shalat dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi sebagai berikut:

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

  1. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali

Setelah membaca Ayat Kursi maka urutan bacaan doa setelah shalat dilanjutkan dengan membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing sebanyak 33 kali. Berikut bacaan lengkapnya:

Kalimat Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ

Subhanallah

Kalimat Tahmid

الْحَمْدُلِلهِ

Alhamdulillah

Kalimat Takbir

اللهُ اَكْبَر

Allahu Akbar

Kalimat Tahlil

لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

Lailaha Illallah

Baca Juga : Tata Cara Shalat Dhuha Lengkap

  1. Membaca Doa Setelah Sholat

Setelah semua dilakukan maka langkah berikutnya adalah membaca doa setelah sholat berikut ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Hamdayyu-waafii ni’amahuuwayukaafi’u maziidah. Yaa rabbanaa lakalhamdu wa lakasy syukruka-maa yambaghiilijalaaliwajhika wa ‘azhiimisul-thaanik

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ

Allaahumma shalliwasallim ’ala sayyidinaa muhammadiw wa ‘ala aali sayyidinaa muhammad shalaatan tun jihnaa bihatsa min jamii’il ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al hajaat. Wa tuthahhirunaa bihaa min jamits sayyi’aat. Wa atarfa ‘unaabihaa ‘indaka ‘aladdarajaat. Wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati minjamii’il khairaatifil hayaati wa ba’dal mamaat. Innahu samii’un qariibum mujiibudda’awaat wayaa qaadhiyal hajaat

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wa aakhirah. Wa ‘aafiyatan fil jasadi wa shihhatan fil badani wa ziyaadatan fil’ilmi wa barakatan firrizqi wa taubatan qablal maut wa rahmatan ‘indalmaut wa maghfiratan ba’dal maut. Allaahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut wan najaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْر

Allaahumma innaa na ‘uudzubika minal‘ajzi wal kasali wal bukhli wal harami wa ‘adzaabil qabri

اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا

Allahummaa innaa na’uudzubika min’ilmin laa yanfa’u wa min qalbii laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyaba’u wa min da’watin laa yustajaabu lahaa

رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

Rabbanagh firlanaa dzunuubanaa wa liwaalidiinaa walimasyaayikhinaa wa limu’alli-miinaa wa liman lahuu haqqun ‘alainaa wa liman ahabba wa ahsana ilainaa wa likaaffatil mus limiin ajma’iin

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ’aliim, wa tub’alainaa innaka antat tawwabur rahiim

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fiduunnyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa ban naar

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Washallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihiwa shahbihiiwa sallam, wal hamdu lillaahirabbil ‘aalamiin

error: Content is protected !!