Berita Agama

Memberikan informasi tentang ilmu-ilmu keagamaan dan berita agama terbaru

Banner

Panduan Lengkap Dalam Cara Shalat Jenazah

Panduan Lengkap Dalam Cara Shalat Jenazah

Panduan Lengkap Dalam Cara Shalat Jenazah – Dalam hukum Islam, menshalatkan orang yang sudah meninggal hukumnya adalah fardu khifayah atau wajib dilaksanakan. Namun jika ada yang sudah melaksanakannya terlebih dahulu maka kewajiban tersebut luntur. Sholat jenazah wajib dilaksanakan oleh umat muslim karena sebelum jenazah orang yang sudah meninggal dikebumikan harus terlebih dahulu dimandikan dan dishalatkan.

Untuk itu, sebagai muslim harus mengetahui tata cara shalat jenazah yang baik dan benar. Agar jenazah yang dikebumikan nantinya mendapat kebaikan di akhirat. Kami akan memberikan panduan lengkap bagaimana tata cara dan aturan sholat jenazah yang harus dilakukan oleh umat muslim. Karena tata cara shalat ini berbeda dengan shalat fardu pada umumnya.

Panduan Lengkap Dalam Cara Shalat Jenazah

Sholat jenazah berbeda dengan shalat fardu lima waktu yang didahului dengan Adzan dan Iqamah. Tata cara shalat jenazah tidak menggunakan hal tersebut dan terdiri dari empat takbir dan dilakukan secara berdiri. Sholat jenazah juga tidak menggunakan gerakan rukuk, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, dan duduk tahiyat awal maupun akhir.

Baca Juga : Pahala Membaca Al-quran di Shalat Subuh

Berikut panduan lengkap sholat jenazah yang harus anda ketahui sebagai umat muslim:

Syarat Shalat Jenazah

Dalam melaksanakan sholat jenazah terdapat beberapa syarat harus anda perhatikan sebagai berikut:

  1. Imam serta makmum wajib membersihkan diri dari hadas dan najis
  2. Imam serta mamkum diwajibkan untuk menutup aurat
  3. Sholat jenazah dilakukan setelah jenazah selesai dimandikan dan ditutup dengan kain kafan

Syarat dalam pelaksanaan tata cara shalat jenazah tersebut sudah dijelaskan dan tercantum dalam hadits berikut ini:

Bahwa ketika Sa’d bin Avu Waqash meninggal, Aisyah berkata, “Masuklah ia ke dalam masjid hingga aku bisa menshalatkannya.” Namun mereka tidak menyetujuinya, maka ia pun berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam telah menshalatkan jenazah dua orang putra Baidla di dalam masjid, yaitu Suhail dan saudaranya. “Muslim berkata, “Suhail bin Da’d adalah Ibnul Baidla, dan ibunya adalah Baidla”. (HR Muslim)

Rukun Shalat Jenazah

Sebelum melaksanakan tata cara shalat jenazah anda juga perlu memahami beberapa rukun dalam sholat jenazah. Berikut beberapa rukun shalat jenazah yang harus diketahui sebelum melaksanakan shalat jenazah:

  1. Niat
  2. Imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah
  3. Terdapat empat kali takbir
  4. Berdiri bagi yang mampu
  5. Dilakukan berdiri tanpa rukuk, sujud, dan duduk
  6. Membaca surat Al-Fatihah
  7. Membaca shalawat Nabi Muhammad SAW sesudah takbir kedua
  8. Mendoakan jenazah sesudah takbir ketiga
  9. Salam dengan posisi berdiri

Tata Cara Sholat Jenazah

Setelah rukun shalat jenazah anda pahami maka berikut tata cara shalat jenazah yang harus anda lakukan secara berurutan:

  1. Takbir Pertama : Membaca Niat dan Surat Al-Fatihah

Dalam melaksanakan shalat jenazah harus diawali dengan niat seperti yang dijelaskan pada rukuh shalat jenazah. Setelah selesai membaca niat maka dilanjutkan dengan membaca takbiratul ihram dan surat Al-fatihan. Niat dalam sholat jenazah memiliki beberapa jenis sesuai dengan jenis kelamin jenazah yang akan dishalatkan.

Berikut niat yang dibaca dalam menshalatkan jenazah:

 

Jenazah laki-laki:

أُصَلِّيْ عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah (laki-laki) ini fardhu karena Allah ta’âlâ.”

 

Jenazah Perempuan:

أُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alâ hâdzihil mayyitati fardlan lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Aku niat sholat atas jenazah (perempuan) ini fardhu karena Allah ta’ala.”

  1. Takbir Kedua : Membaca Shalawat Nabi

Setelah takbir pertama membaca surat Al-fatihah, cara shalat jenazah dilanjutkan dengan takbir kedua dan membaca shalawat Nabi sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.

  1. Takbir Ketiga : Berdoa Untuk Jenazah

Kemudian dilanjutkan dengan takbir ketiga dan membaca doa untuk jenazah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَمِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Tentang Amal Jariyah Dalam Islam

  1. Takbir Keempat : Membaca Doa Untuk Jenazah dan Keluarga yang Ditinggalkan

Setelah itu dilanjutkan dengan takbir keempat dengan membaca doa untuk jenazah dan keluarga yang ditinggalkan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

Artinya: “Ya Allah janganlah Engkau putuskan kami dari pahalanya dan jangan Engkau berikan fitnah (cobaan) kepada kami setelah meninggalnya.”

  1. Salam

Selanjutnya, setelah anda membaca takbir keempat atau yang terakhir maka ucapkan salam ke kanan dan kiri sebagaimana salam pada shalat fardu lainnya.

Dengan demikian tata cara shalat jenazah selesai dilakukan, semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Pahala Membaca Al-Quran di Shalat Subuh

Pahala Membaca Al-Quran di Shalat Subuh

Pahala Membaca Al-Quran di Shalat Subuh – Al-Quran menurut bahasa artinya bacaan atau yang dibaca dan memiliki nama lain yaitu Asy-Shifa yang berarti penyembuh. Menurut istilah, Al-Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Quran diturunkan melalui malaikat Jibril yang dihimpun dalam mushaf dan merupakan mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW.

Sebagai seorang muslim, membaca Al-Quran tentu menjadi salah satu yang sangat dianjurkan. Selain sebagai pedoman hidup, dengan membacanya anda akan merasakan berbagai manfaat serta pahala membaca Al-Quran. Terlebih lagi jika ayat yang anda baca dapat dipahami maksud dan artinya lebih mendalam.

Pahala Membaca Al-Quran di Shalat Subuh

Membaca Al-Quran sangat dianjurkan dilakukan setiap waktu tidak hanya pada saat tertentu saja. Namun waktu yang tepat dan paling baik untuk membaca Al-Quran adalah pada waktu subuh atau sebelum matahari terbit. Hal tersebut sebagaimana telah dijelaskan oleh Aidh Aidh Al-Qarni dalam kitabnya yang berjudul Durus al-Syaikh Aidh al-Qarni.

Baca Juga : Manfaat Pahala Jika Kita Wakaf Al-Quran

Penjelasan Membaca Al-Quran di Waktu Subuh

Selain mendapat pahala membaca Al-Quran, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa shalat subuh adalah salah satu shalat yang disaksikan para malaikat malam dan para malaikat siang. Hal tersebut juga tertuang dalam sabda beliau sebagai berikut:

وتَجْتَمِعُ مَلائِكَةُ اللَّيْلِ ومَلائِكَةُ النَّهارِ في صَلاةِ الفَجْرِ

”Dan para malaikat malam dan para malaikat siang akan berkumpul dalam shalat subuh”. (HR Bukhari dari jalur Abu Hurairah RA)

Karena hal tersebut, Nabi Muhammad SAW sangat berharap agar umatnya memperpanjang bacaan Al-Quran dalam setiap shalat subuhnya. Dengan begitu bacaan Al-Quran yang dilakukan tersebut dapat disaksikan oleh para malaikat. Penjelasan ini juga sudah tertuang dalam fisman Allah SWT pada QS Al-Isra ayat 78 yang berbunyi sebagai berikut:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

”Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) subuh. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”. (QS Al-Isra 78)

Keutamaan Membaca Al-Quran

Dari beberapa sabda dan firman tersebut tentu pahala membaca Al-Quran pada waktu subuh sangat baik. Selain itu terdapat banyak keutamaan dalam membaca Al-Quran di waktu pagi hari atau saat Subuh. Kami akan menjelaskan beberapa keutamaan dalam membaca Al-Quran yang dilakukan pada saat pagi hari atau subuh.

Berikut 5 keutamaan dalam membaca Al-Quran diwaktu pagi hari:

  1. Mendapatkan Pahala Pada Setiap Huruf Yang Dibaca

Pahala Membaca Al-Quran tidak hanya didapat bagi mereka yang membacanya dengan lancar. Pembaca Al-Quran akan tetap mendapatkan pahala baik bacaannya lancar maupun terbata-bata. Sebagaimana telah tertuang dalam sebuah hadist berikut ini:

“Siapa saja membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Quran), maka baginya mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya”. (HR At-Tirmidzi)

  1. Memberi Syafaat Pada Hari Kiamat

Selain memberi pahala membaca Al-Quran, mukjizat Nabi Muhammad SAW ini akan menjadi teman setia didalam kubur hingga hari kiamat dan semua makhluk dibangkitkan. Maka sangat penting dalam membaca Al-Quran sangat dianjurkan seperti sabda Rasulullah SAW berikut:

“Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR Muslim)

  1. Tidak Akan Merugi Jika Dilakukan

Membaca Al-Quran juga tidak akan merugikan bagi para pelakunya, bahkan untuk para pedagang hal tersebut sangat menguntungkan. Terdapat banyak ayat yang menjelaskan bagaimana menjadi pedagang yang jujur dan diberkahi oleh Allah SWT. Sebagaimana yang tertuang dalam firman Allah SWT pada QS Al-Fathir ayat 29-30 berikut ini:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Quran) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pensyukur.” (QS Al-Fathir 29-30)

Baca Juga : Ini Penjelasan Tentang Sholat Jumat Bagi Wanita

  1. Mendapatkan Kebaikan Yang Lebih Baik Daripada Dunia

Satu lagi pahala membaca Al-Quran yang dapat dirasakan adalah mendapatkan kebaikan yang melebihi kebaikan didunia. Seperti pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada dua orang sahabat nabi yang pergi ke lembah Buth-han atau lembag Aqiq dan mendapatkan dua ekor unta. Nabi Muhammad SAW pun bersabda:

“Tidakkah salah satu diantara kalian pergi ke masjid kemudian memperlajari atau membaca dua ayat dari Kitabullah sebab hal itu lebih baik baginya daripada mendapatkan dua unta, tiga ayat lebih baik daripada tiga unta, empat ayat lebih baik daripada empat unta, dan sekian jumlah ayat maka itu lebih baik daripada sekian jumlah unta”. (HR Muslim dan Ibnu Hibban)

  1. Memperkuat Daya Ingat

Pahala Membaca Al-Quran yang dapat anda rasakan adalah dapat memperkuat daya ingat. Waktu pagi atau subuh merupakan yang tepat untuk membaca Al-Quran karena pada pagi hari daya ingat lebih kuat. Selain mudah mengingat semua ilmu yang dipelajari, dengan membaca Al-Quran di pagi hari akan lebih tenang.

Penjelasan Lengkap Tentang Amal Jariyah Dalam Islam

Penjelasan Lengkap Tentang Amal Jariyah Dalam Islam

Penjelasan Lengkap Tentang Amal Jariyah Dalam Islam – Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)

Penggalan sabda diatas akan mengawali kita dalam membahas secara lengkap mengenai penjelasan amal jariyah dalam islam.

Penjelasan Lengkap Tentang Amal Jariyah Dalam Islam

Dalam bahasa arab, amal atau sedekah jariyah terbagi dalam dua suku kata yaitu aman yang berarti perbuatan, sementara jariyah memiliki arti mengalir. Jadi amal atau sedekah jariyah adalah perbuatan atau amal yang mengalir. Pada hakikatnya manusia memiliki keimanan serta kebaikan dalam hidupnya yang tidak hanya dilakukan antara manusia dengan Tuhan tetapi juga manusia dengan sesame manusia.

Keutamaan Sedekah Jariyah

Berbagai manfaat akan anda rasakan jika melakukan sedekah jariyah dengan niat baik. Berikut beberapa keutamaan dalam sedekah jariyah:

Baca Juga : Manfaat Pahala Jika Kita Wakaf Al-Quran

  1. Melipatgandakan Pahala

Barang siapa yang melakukan amal jariyah maka manfaatnya akan dilipatgandakan debanyak 700 kali lipat. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah 261)

  1. Menghapus Kesalahan dan Dosa

Selain manfaat yang dilipatgandakan, siapa yang melakukan amal jariyah akan dihapuskan kesalahan dan dosanya oleh Allah SWT. Hal tersebut disebutkan pada firman Allah SWT berikut ini:

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagai kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah 271)

  1. Menutup Pintu Keburukan dan Membuka Pintu Kebaikan

Satu lagi keutamaan alam jariyah yang akan anda rasakan adalah tertutupnya semua pintu keburukan dan membuka semua pintu kebaikan. Seperti yang tertuang pada QS An-Nisa ayat 36-37 berikut ini:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.” (QS An-Nisa 36-37)

Jenis Sedekah Jariyah

Terdapat banyak sekali jenis sedekah atau amal jariyah yang dapat anda lakukan dan bermanfaat untuk orang lain. Seperti harta yang anda miliki dapat dijadikan sedekah dengan memberikannya kepada orang yang membutuhkan. Selain itu anda juga dapat melakukan sedekah jariyah berupa tanah, maka tanah tersebut dapat anda wakafkan untuk manfaat bersama.

Adapun jika anda tidak memiliki harta dan benda maka kemampuan dapat anda jadikan sedekah jariyah. Sebagai contoh ilmu pengetahuan dan kemampuan lainnya dapat diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dengan begitu sedekah yang anda lakukan akan terus mengalir walaupun nantinya anda telah meninggal dunia.

Baca Juga : Ini Penjelasan Tentang Sholat Jumat Bagi Wanita

Untuk lebih memperjelas, berikut hadist yang menerangkan bentuk atau jenis amal jariyah yang dapat anda lakukan:

“Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukan wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. Sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya.” (HR Ibu Majah)

Kalau memang ingin mendapatkan keuntungan di dalam hidup, tak ada salahnya untuk bermain togel online terpercaya.

Ini Penjelasan Tentang Sholat Jumat Bagi Wanita

Ini Penjelasan Tentang Sholat Jumat Bagi Wanita

Ini Penjelasan Tentang Sholat Jumat Bagi Wanita – Hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa bagi umat muslim dibanding dengan hari-hari lainnya dalam satu minggu. Bahkan beberapa riwayat menyebutkan jika hari jumat adalah hari yang paling utama dalam satu minggu dan malamnya merupakan yang paling utama setelah malam lailatul qadr. Jadi tidak heran jika segala sesuatu yang terjadi pada hari jumat adalah baik bagi umat muslim.

Selain menjadi hari yang sangat istimewa, hari jumat identik dengan ibadah sholat jumat yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Walaupun sholat jumat identik dengan kaum laki-laki, terdapat juga beberapa masjid yang menyediakan tempat khusus untuk sholat jumat bagi perempuan. Anda dapat menemukannya dibeberapa masjid di wilayah Timur Tengah seperti Masjid Nabawi, Masjid Al-Azhar, dan Masjidil Haram.

Ini Penjelasan Tentang Sholat Jumat Bagi Wanita

Walaupun ada beberapa masjid yang menyediakan tempat untuk jamaah perempuan dalam melaksanakan sholat jumat, masih banyak jamaah perempuan yang ragu mengenai hukum sholat jumat bagi wanita. Untuk itu kami akan memberikan beberapa penjelasan mengenai hukum dan aturan tentang sholat jumat bagi jamaah perempuan.

Hukum Sholat Jumat Bagi Jamaah Wanita

Menurut beberapa sumber, para ulama sepakat jika sholat jumat bagi jamaah perempuan atau perempuan hukumnya tidak wajib. Beberapa ulama jugs berpendapat jika perempuan tidak terhitung sebagai kaum yang wajib untuk melaksanakan sholat jumat. Hal ini juga sudah dijelaskan oleh salah satu hadist dan riwayat dari Abu Dawud.

“Sholat jumat adalah hak yang wajib bagi setiap muslim dan dilakukan secara berjamaah kecuali empat golongan: hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit”. (HR. Abu Dawud)

Walaupun begitu, tidak ada aturan yang  menerangkan jika perempuan dilarang untuk melakukan sholat jumat. Jadi sholat jumat bagi wanita sah jika dilakukan dan tidak menjadi dosa jika sholat jumat tidak dilaksanakan. Kesimpulan yang didapat yaitu jamaah perempuan tetap dapat melakukan ibadah sholat jumat sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga : Manfaat Dalam Menjalankan Sholat Dhuha Bagi Kehidupan

Tetap Dihitung Sebagai Pengganti Dzuhur

Sholat jumat bagi wanita yang melaksanakannya akan tetap dihitung sebagai pengganti dari sholat fardu dzuhur. Jadi, setelah melakukan sholat jumat bagi wanita tidak perlu lagi melaksanakan sholat dzuhur 4 rakaat. Penjelasan tersebut dapat anda temukan pada kitab Nihayatu az-Zain karya Syeikh Muhammad Nawawi Al-Bantani.

Syarat Sholat Jumat Bagi Jamaah Wanita

Adapun beberapa syarat dan aturan yang wajib dilakukan jamaah perempuan yang ingin melalukan sholat jumat, sebagai berikut:

  • Mendapatkan Izin

Syarat utama perempuan dalam melakukan sholat jumat adalah mendapat izin dari suami atau wali. Hal ini diperlukan agar tidak menimbulkan fitnah karena pada umumnya sholat jumat dilakukan oleh mayoritas kaun laki-laki. Jadi, demi terhindar dari fitnah yang ada, izin dari suami atau wali sangat diperlukan sebagai syarat sholat jumat bagi wanita.

  • Membersihkan Diri

Kemudian perempuan wajib membersihkan diri seperti mandi jika ingin melaksanakan sholat jumat. Hal tersebut juga wajib dilakukan sebagai syarat dalam melaksanakan shalat jumat bagi muslim. Selain membersihkan diri, memakai wewangian sangat dianjurkan tetapi jika bisa menimbulkan fitnah lebih baik tidak digunakan.

  • Tidak Boleh Memakai Perhiasan Berlebih

Salah satu syarat lainnya yang harus dilakukan perempuan jika ingin melaksanakan sholat jumat yaitu tidak memakai perhiasan secara berlebihan. Hal ini tentu sangat tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan fitnah bagi sesama muslim. Terlebih lagi, penggunaan perhiasan yang berlebih dapat menimbulkan bahaya.

Baca Juga : Manfaat Pahala Jika Kita Wakaf Al-Quran

  • Melakukan Sholat Sunah

Syarat lain dalam melaksanakan sholat jumat bagi wanita adalah melakukan sholat sunah pada saat sampai di masjid. Kaum perempuan dianjurkan untuk melakukan sholat sunah tahiyyatul masjid jika sudah berada di area masjid. Setelah itu dapat dilakukan dengan bershalawat kepada nabi sambil menunggu imam membacakan khutbah.

  • Mendengarkan Khutbah

Terakhir, perempuan yang ingin melaksanakan sholat jumat wajib mendengarkan khutbah jumat dengan khusyuk. Sangat dianjurkan bagi perempuan yang melaksanakan sholat jumat mendengarkan khutbah dan tidak berbicara dengan jamaah lain. Selain itu tidak boleh melewati barisan orang lain dan apabila mengantuk dianjurkan untuk mengubah posisi tempat duduk.

Manfaat Pahala Jika Kita Wakaf Al-Quran

Manfaat Pahala Jika Kita Wakaf Al-Quran

Manfaat Pahala Jika Kita Wakaf Al-Quran – Wakaf berasal dari bahasa Arab “al-waqf” yang bermakna “al-habsu” atau “al-man’u” yang artinya ialah menawan, berhenti, diam, mengekang, atau menghalang. Sedangkan secara istilah (terminologi), wakaf berarti menahan hak milik atas materi harta benda “al-‘ain” dari pewakaf kepada penerima wakaf dengan tujuan menyedekahkan manfaat atau faedahnya “al-manfa’ah” bagi kebajikan umat.

Dengan kata lain, wakaf dapat diartikan sebagai menahan asalnya dan mengalirkan hasilnya (manfaat). Wakaf sendiri dapat berupa harta benda yang memiliki banyak manfaat bagi umat seperti Al-quran. Jika anda melakukan wakaf Al-quran maka para umat akan merasa terbantu khususnya para hafidz. Karena banyak sekali pondok pesantren dan lembaga pendidikan islam yang masih kekurangan Al-quran.

Manfaat Pahala Jika Kita Wakaf Al-Quran

Berbagai manfaat dan kesitimewaan akan anda dapatkan jika melakukan wakaf salah satunya wakaf Al-quran. Berikut beberapa penjelasannya mengenai manfaat orang yang melakukan wakaf:

Keistimewaan Wakaf

Wakaf berbeda dengan sedekah maupun hibah karena memiliki banyak keistimewaan, kelebihan, serta keutamaan. Keistimewaan wakaf yang ada diantaranya yaitu:

  1. Bagi orang yang melakukan wakaf (wakif), pahala yang diterima akan terus mengalir sekalipun dirinya sudah meninggal dunia.

Rasulullah SAW Bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (macam), yaitu: sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya”. (HR Muslim)

  1. Harta benda yang telah diwakafkan akan tetap utuh terpelihara, terjamin kelangsungannya, dan tidak bisa hilang atau diwariskan.
  2. Manfaatnya yang terus dirasakan oleh umat banyak karena kepemilikan harta wakaf tidak dapat dipindahkan. Tentu hal ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan umat muslim yang ada terlebih lagi para pewakaf yang mewakafkan harta bendanya.
  3. Setiap wakaf akan menebarkan kebaikan dan meringankan beban orang-orang yang membutuhkan. Jika anda melakukan wakaf Al-quran maka para hafidz, pengajar, penuntut ilmu, pejuang dijalan Allah, dan sebagainya akan terbantu.

Baca Juga : Tata Cara Melaksanakan Sholat Subuh Yang Benar

  1. Melakukan wakaf harta benda seperti Al-quran akan memajukan dakwah, menghidupkan lembaga sosial keagamaan, mengembangkan potensi umat, dan memberantas kebodohan yang dapat melahirkan para ahli agama.
  2. Dengan melakukan wakaf harta bernda termasuk wakaf Al-quran tentu balasannya adalah surga. Seperti yang tertuang dalam QS Ali Imran ayat 133-134 berikut ini:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS Ali Imran 133-134)

  1. selain mendapatkan balasan dari surge pewakaf juga akan menikmati keistimewaan yang dilipat gandakan hingga 700 kali lipat. Hal ini tertuang dalam QS Al-Baqarah ayat 261 sebagai berikut:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (QS Al-Baqarah 261)

Dengan begitu orang yang mewakafkan harta bendanya termasuk wakaf Al-quran akan mendapatkan manfaat yang berlipat ganda.

Rukun Wakaf

Jika anda berniat untuk melakukan wakaf harta benda baik itu Al-quran maupun lainnya maka terdapat beberapa rukun wakaf yang harus diketahui. Menurut Imam Nawawi dalam kitab Raudhatut- Thalibin menjelaskan jika rukun wakaf yang harus dipenuhi ada empat, diantaranya yaitu:

  1. Al-waqif atau orang yang mewakafkan
  2. Al-mauquf atau harta yang diwakafkan
  3. Al-mauquf ‘alaih atau orang yang ditunjuk untuk menerima manfaat dari wakaf tersebut
  4. Shighah atau lafaz ikrar wakaf dari orang yang mewakafkan

Empat rukun wakat tersebut harus dipenuhi jika anda ingin melakukan wakaf harta benda salah satunya yaitu wakaf Al-quran.

Baca Juga : Manfaat Dalam Menjalankan Sholat Dhuha

Demikianlah informasi mengenai manfaat apa saja yang akan dirasakan oleh para pewakaf yang dapat kami sampaikan. Semoga iman kita tetap terjaga dan segala kebaikan selalu mengiringi langka baik kita menuju jalan yang diridhai.

error: Content is protected !!