Berita Agama

Memberikan informasi tentang ilmu-ilmu keagamaan dan berita agama terbaru

Banner

Tag kepercayaan agama Islam dalam rukun iman

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini – Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Namun, akhir-akhir ini kita sering mendengar bahwa aksi-aksi yang melatar belakangi aksi terorisme di Indonesia sering kali dipertautkan dengan agama. Bukankah sudah menjadi kebenaran umum bahwa agama merupakan suatu wadah dalam menciptakan ketentraman dan kedamaian umat manusia.

Dalam sebagian besar kasus rupanya agama tidak hanya ditangarai menyediakan ideology, tapi juga motivasi dan struktur organisasional para pelaku kejahatan tersebut. Misalnya saja dalam penafsiran bebas tentang ayat-ayat al Qur’an dan hadits yang berkenaan dengan jihadyang sering di jadikan dogma fundamental bagi para pelaku teror tersebut.

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Secara epistimologi jihad berasal dari bahasa arab al-juhdu atau aljahdu yang merupakan bentuk masdar dari kata jahada. Jadi, aljuhdu atau al-jahdu yakni pencurahan kemapuan dan kekuatan untuk menatang sesuatu yang lain. Maka dalam syariat, kata ini diartikan sebagai memerangi orang yang disyariatkan untuk diperangi, dari kalangan kafir dan lainnya.

Di Indonesia, lebih dari 230 juta penduduk menganut agama Islam. Bahkan, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun yang tidak kalah mengesankan, sekitar 13 persen dari jumlah total orang Muslim di dunia tinggal di Republik Indonesia. Maka, jelas bahwa pengaruh prinsip-prinsip dan etika Islam terhadap masyarakat, politik, dan ekonomi Indonesia sangat besar.

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Banyaknya kasus terorisme di Indonesia sering dikaitkan dengan agama. Salah satunya yaitu agama islam. Padahal dalam islam tidak diajarkan mengenai terorisme. Namun, terkadang seseorang salah mengartikan hal-hal yang tercantum dalam islam. Hal ini terjadi karena kurangnya ilmu pengetahuan tentang islam dan belajar dengan orang yang salah. Lalu, apa penyebab islam dianggap terorisme?

Berikut ini penyebab islam dianggap terorisme selam ini antara lain :

  • Jihad

Jihad yaitu berjuang di jalan allah, makna inipun kadang disalah artikan sebagai suatu tindakan yang tidak memiliki konsep hak asasi manusia, karena secara keyakinan berjuang untuk agama adalah kewajiban dan untuk merealisasikannya dengan cara membunuh atau membinasakan pun dianggap sah dan diperbolehkan.

Kemudian isu tersebut dimanfaatkan untuk merusak dan menghancurkan keyakinan islam, yaitu bahwa islam adalah agama radikal dan keras yang tidak menghargai demokrasi dan kebebasan-kebebasan lainnya.

  • Faktor Politik

Gerakan terorisme diberbagai belahan dunia umumnya didasari karena faktor politik, karena hal tersebut merupakan faktor terpenting dalam dunia internasional. Hal tersebut juga terjadi karena adanya keinginan dalam mementingkan kepentingan sendiri dan ingin merebut alih kekuasaan dunia.

Maka teori konspirasilah yang akan berperan dengan mengadu domba mengatasnamakan teroris. Tindakan ini tergolong konspirasi karena kasus ini direncanakan diam-diam oleh kelompok, organisasi rahasia, orang-orang atau organisasi dimana dalam kasus terorisme pelaku sudah merencanakan terlebih dahulu tindakannya secara diam-diam.

Gerakan internasional-pun sering dikaitkan dengan islam. Keberadaan teroris yang membawa bendera islam ini memang ada dan tidak bisa dikesampingkan aksi-aksinya. Keberadaan mereka tidak hanya mengancam peradaban barat, tetapi juga merusak islam itu sendiri.

Itulah penyebab islam dianggap sebagai terorisme selama ini. Hal ini dikarenakan adanya konspirasi baik itu dalam faktor politik maupun kepuasan individu itu sendiri. Selain itu, dikarenakan faktor jihad yang salah diartikan. Ahli-ahli ingin masuk syurga dengan jalan jihad mala berujung penyesalan karena mati secara sia-sia. Hal ini dikarenakan, salah penafsiran mengenai jihad itu sendiri.

Aksi Terorisme Yang Pernah Terjadi Di Indonesia

Indonesia memiliki banyak sejarah aksi pengeboman yang merenggut korban jiwa. Seperti Bom Bali 2002, menjadi salah satu sejarah terorisme terbesar yang sempat terjadi di Indonesia. Peristiwa yang menyasar klub malam dan kantor konsulat Amerika ini merenggut nyawa setidaknya 202 jiwa.

Selang setahun, pengeboman kembali terjadi di Jakarta Selatan. Menyasar Hotel JW Mariott, pengeboman 5 Agustus 2003 ini dipimpin oleh Noordin M Top. Jenis serangannya pun menggunakan sebuah mobil. Seolah belum berhenti, beberapa tahun belakangan ini serangan terorisme masih terjadi di Indonesia.

Berikut aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:

  • Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya

Pada tahun 2018, Mapolrestabes Surabaya mendapat teror bom yang dilakukan sekeluarga menggunakan sebuah motor. Aksi yang terjadi Senin 14 Mei 2018 ini terjadi sekitar pukul 08.50 WIB di depan gerbang Mapolrestabes Surabaya. Dalam aksi ini seorang anak dari pelaku bom bunuh diri selamat setelah tubuhnya terpental ketika bom meledak.

  • Pengeboman Surabaya 2018

Pada 13–14 Mei 2018 aksi terorisme kembali terjadi. Berbeda sasaran, pengeboman kali ini menyasar tiga tempat ibadah, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan. Dalam aksi pengeboman ini sebanyak 28 orang termasuk pelaku tewas di tempat.

  • Pengeboman Katedral Makassar

Pengeboman kembali menyasar tempat ibadah. Tepatnya didepan Gereja Katedral Makassar sebuah bom bunuh diri meledak. Aksi pengeboman ini sempat terekam CCTV yang ada di sekitaran gereja. Pelaku pengeboman di Gereja Katedral Makassar ini diduga merupakan bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Jaringan-jaringan atas nama islam itulah yang membuat orang berfikir bahwa islam dianggap teroris. Apalagi selama ini, yang menjadi tujuan pengeboman adalah rumah ibadah seperti gereja dan lainnya.

Wajib Ketahui 6 Rukun Iman Agama Islam Beserta Maknanya

Wajib Ketahui 6 Rukun Iman Agama Islam Beserta Maknanya

Wajib Ketahui 6 Rukun Iman Agama Islam Beserta Maknanya – Rukun iman agama Islam merupakan dasar kepercayaan dalam Islam yang wajib diamalkan oleh orang yang beriman. Rukun artinya dasar atau pokok yang harus dikerjakan. Sedangkan iman artinya mengakui secara lisan, membenarkan dengan hati, dan mengamalkannya dengan perbuatan.

Rukun iman agama Islam juga menjadi landasan perbuatan seorang Islam bagaimanapun keadaannya, baik dalam susah maupun senang. Pokok-pokok kepercayaan dalam agama Islam terkandung dalam Rukun Iman. Bagi setiap umat Muslim wajib mengetahui dan memahami masing-masing dari keenam rukun iman tersebut.

Rasulullah bersabda yang artinya: “Iman itu artinya engkau beriman kepada Allah, para malaikat-malaikat Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan kamu beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim).

Wajib Ketahui 6 Rukun Iman Agama Islam Beserta Maknanya

Dalam hidup, umat muslim pun diminta untuk memahami dan mengamalkan tiap ayat dalam rukun iman di kehidupan sehari-harinya. Namun, bagaimana jika tidak bisa memahami atau mengamalkannya ? Mungkin pembahasan kali ini dapat menjawabnya.

Wajib Ketahui 6 Rukun Iman Agama Islam Beserta Maknanya

Pokok-pokok kepercayaan dalam agama Islam terkandung dalam Rukun Iman. Adapun keenam Rukun Iman agama Islam tersebut berdasarkan ayat Al-Qur’an dan Al-Hadist. Keenam rukun iman dalam agama Islam dapat kamu ketahui sebagai berikut :

  1. Iman kepada Allah SWT

Iman kepada Allah SWT artinya mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada (wujud). Allah ada sebagai Tuhan alam semesta yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Selain itu, Orang yang beriman pada sifat-sifat Allah hanya akan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun.

  1. Iman Kepada Malaikat

Rukun iman yang kedua adalah iman kepada malaikat yang artinya percaya dengan adanya malaikat-malaikat Allah SWT walaupun tidak pernah melihatnya. Malaikat diciptakan Allah SWT dari nur atau cahaya. Selain itu,malaikat dicipatakan oleh Allah SWT untuk diberikan tugas untuk mengatur seluruh isi alam, melalui malaikat-malaikatnya.

  1. Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT

Iman kepada kitab-kitab Allah SWT artinya meyakini dan mempercayai adanya kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah SWT. Adapun kitab yang diturunkan Allah SWT kepada rasul-Nya antara lain kitab Zabur kepada Nabi Daud AS, kitab Taurat kepada Nabi Musa AS, kitab Injil kepada Nabi Isa AS, dan kitab Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Kitab itu diturunkan kepada para Rasul, untuk kemudian dilanjutkan ke seluruh umat-Nya. Dengan berpedoman teguh pada kitab-kitab Allah, niscaya manusia bisa selamat dari siksa api neraka.

  1. Iman Kepada Nabi dan Rasul

Iman kepada rasul-rasul Allah SWT artinya meyakini dan mempercayai dengan sepenuh hati bahwa rasul-rasul Allah SWT itu ada. Mereka diciptakan untuk membawa ajaran dan kebenaran kepada para umat. Para rasul menerima wahyu dari Allah SWT lewat perantara malaikat. Hal ini berarti kita harus meyakini bahwa nabi dan rasul adalah manusia utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira dan ancaman di muka bumi.

  1. Iman Kepada Hari Kiamat

Iman kepada hari akhir atau hari kiamat artinya meyakini dan mempercayai bahwa hari itu pasti akan datang. Pada hari itu alam semesta beserta seluruh isinya akan hancur. Manusia akan dibangkitkan dari kuburnya dan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungjawaban.

  1. Iman Kepada Qada dan Qadar

Menurut bahasa, qada berarti ketetapan. Sebelum manusia lahir dan sebelum dunia tercipta, Allah sudah punya ketetapan yang tertulis pada kitab Lauh Mahfuz. Baik tentang hidup, kebaikan, keburukan, dan kematian. Sementara, qadar menurut bahasa berarti ketentuan atau kepastian Allah. Sedangkan berdasarkan istilah, qadar berarti penentuan yang pasti dan sudah ditetapkan oleh Allah. Termasuk yang sedang terjadi, akan terjadi, dan belum terjadi.

Menerapkan Rukun Iman Di Kehidupan Manusia

Di dalam kehidupan umat muslim dianjurkan untuk memahami sekaligus mengamalkan rukun iman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu akan lebih membuat kita istiqomah dalam melakukan ibadah. Kamu juga harus menegtahui bagaimana cara menerapkan rukun iman di dalam kehidupan.

  • Iman Kepada Allah

Lakukan shalat 5 waktu, lakukan kewajiban kita untuk zakat, berbakti kepada kedua orang tua dan lakukan segala amalan yang sudah diperintahkan oleh Allah SWT.

  • Iman kepada para malaikat Allah

Cara mengimaninya dengan meniru sifat baik dari malaikat yang selalu taat kepada Allah SWT. Ingat bahwa ada malaikat yang betugas untuk mencatat amal baik dan buruk kita.

  • Iman kepada kitab-kitab Allah

Sebagai umat muslim kita harus selalu membaca, menghafal, bahkan mengamalkan apa yang telah terkandung dalam Alquran dalam kehidupan agar tidak tersesat.

  • Iman kepada para rasul Allah

Rajin membaca sholawat nabi setiap hari, menjalankan sunnah dari Rasulullah yang telah diajarkan, dan meniru sifat baik para 25 rasul yang telah Allah pilih.

  • Iman kepada Hari Kiamat (hari akhir)

Mengimani segala sesuatu yang terjadi di alam barzakh berupa fitnah kubur yaitu nikmat atau pun siksa. Kita juga harus mengimani tanda-tanda kiamat, hari kebangkitan di padang mahsyar, adanya hisab, misan, hingga berakhir di Surga atau Neraka.

  • Iman kepada Qada dan Qadar

Selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, Allah menciptakan mudarat pastilah ada maslahat, dan pandai bersyukur baik saat mendapat musibah maupun mendapat kebahagian.

error: Content is protected !!