Berita Agama

Memberikan informasi tentang ilmu-ilmu keagamaan dan berita agama terbaru

Banner

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha – Perayaan hari besar merupakan hal yang ditunggu-tunggu setiap umat beragama, termasuk juga bagi umat Buddha. Buddha adalah agama yang memiliki paham nonteisme atau filsafat yang berasal dari timur India dan dilandaskan pada ajaran Siddhartha Gautama.

Agama Buddha mulai disebarkan di India abad ke-6 SM sampai abad ke-4 SM. Diketahui pula bahwa agama terbesar ke-4 di dunia ini memiliki lebih dari 520.000.000 pengikut, atau lebih dari 7% populasi dunia, yang dikenal dengan nama Buddhis. Perayaan hari besar umat Buddha adalah Waisak.

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Waisak merupakan peringatan penting yang berkaitan dengan sejarah hidup sang Buddha. Hari raya ini muncul untuk menghormati tiga peristiwa penting, yang kita kenal sebagai Trisuci Waisak. Peristiwa tersebut adalah lahirnya Siddharta, penerangan sempurna, dan kematian Buddha. Seluruh peristiwa ini berlangsung pada bulan purnama di bulan Waisak.

Bagi umat beragama lainnya, pasti hanya mengetahui bahwa perayaan umat budha hanya ada pada  Waisak saja. Namun tahukah kamu bahwa masih terdapat beberapa hari besar perayaan umat budha lainnya yang masih dijalankan sampai sekarang. Agar dapat mengetahuinya lebih dalam lagi, simak terus pembahasan kali ini.

Tak Hanya Waisak, Inilah Hari Besar Perayaan Umat Budha

Perlu diketahui bahwa bukan hanya perayaan hari raya waisak saja yang menjadi perayaan umat Buddha. Tetapi ada beberapa perayaan lain yang dilakukan oleh umat Buddha antara lain:

  1. Kathina

Hari suci kathina merupakan salah satu hari besar dalam agama buddha yang dirayakan dibulan kathina dalam kalender buddha. Perayaan ini diadakan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada anggota sangha yang telah menjalankan masa vassa didaerah mereka sebagai ungkapan rasa terima kasih tersebut, umat buddha dapat memberikan persembahan kepada para anggota sangha

Pada hari raya Kathina, para Buddhis melaksanakan upacara persembahan jubah kepada Sangha usai menjalani Vassa. Setelah berakhirnya masa Vassa, umat Buddha memasuki masa atau bulan Kathina. Selain itu, para Buddhis juga membiayai kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan hal-hal lain untuk memajukan agama Buddha.

  1. Asadha

Hari Asadha Puja adalah salah satu perayaan yang penting bagi umat Buddha. Perayaan Asadha Puja adalah perayaan yang memperingati hari pertama kalinya sang Buddha membabarkan Dhamma kepada lima petapa yang bernama Kondanna, Bhadhiya, Vappa, Mahanama, Assaji di taman rusa Isipatana yang ada di Benares.

Dhamma yang merupakan dasar ajaran Buddha yang dibabarkan oleh sang Buddha yang berupa Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah Berunsur Delapan menjadi ajaran utama Buddhisme. Hari raya ini diperingati 2 bulan usai Hari Raya Waisak

  1. Magha Puja

Magha Puja merupakan salah satu hari raya terpenting bagi para penganut agama Buddha. Hari raya ini dirayakan pada saat bulan purnama di tiap bulan ketiga kalender Buddha. Hari raya ini dirayakan untuk mengenang suatu peristiwa ketika sang Buddha bertemu dengan 1250 murid pertamanya dan karena untuk mengenang peristiwa tersebut hari raya ini juga disebut sebagai hari raya Sangha. Pada hari ini, umat Buddha biasanya pergi ke vihara untuk berbuat kebajikan seperti berderma, bermeditasi, dan mendengarkan dhamma.

Jadi memang bukan hanya hari waisak saja yang menjadi hari perayaan umat Buddha tetapi ada 4 hari perayaan umat Buddha yaitu hari raya waisak, hari perayaan kathina, hari perayaan asadha, dan hari perayaan magha puja.

Tradisi Umat Buddha Dalam Memperingatin Hari Raya Besar

Peringatan Waisak dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, namun secara khusus puncak perayaan Waisak biasanya berpusat di Candi Borobudur, Magelang, Jawa tengah. Ada banyak rangkaian acara yang digelar dalam memperingati Trisuci Waisak. Secara garis besar semua kegiatan tersebut bisa dikelompokkan dalam 3 bagian, yakni:

  • Prosesi pengambilan air berkat dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung. Serta penyalaan obor yang dilakukan dengan menggunakan sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.
  • Ritual “Pindapatta”, yaitu sebuah ritual yang diberikan secara khusus kepada masyarakat (umat) untuk berbuat kebajikan. Di mana mereka diberi kesempatan untuk memberikan dana makanan kepada para Bikkhu dan Bikshu.
  • “Samadhi” yang dilakukan pada detik-detik menjelang puncak bulan purnama. Dalam Buddha, penghitungan puncak purnama ini dilakukan berdasarkan perhitungan falak. Sehingga bisa saja puncak purnama jatuh pada siang hari dan bukan malam hari.

Pada malam perayaan puncak Waisak, biasanya semua acara akan dilakukan di Candi Borobudur. Kemudian di mana umat Buddha berkumpul dan menyalakan lilin dan memasukkannya ke dalam lentera. Lentera-lentera ini kemudian akan dilepaskan atau diterbangkan ke udara secara bersama-sama, sehingga akan terlihat sangat indah di langit malam yang gelap.

Meski tidak terdapat makna khusus di dalam pelepasan lentera-lentera tersebut, namun hal ini telah menjadi sebuah tradisi perayaan Waisak yang dilakukan oleh umat Buddha di Indonesia. Selain melepaskan lentera ke langit malam, di beberapa wilayah Indonesia juga ada tradisi melepas burung ke langit bebas. Di mana kegiatan ini dilakukan sebagai perayaan untuk menyambut hari dan keberuntungan yang baru di dalam hidup umat Buddha.

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini – Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Namun, akhir-akhir ini kita sering mendengar bahwa aksi-aksi yang melatar belakangi aksi terorisme di Indonesia sering kali dipertautkan dengan agama. Bukankah sudah menjadi kebenaran umum bahwa agama merupakan suatu wadah dalam menciptakan ketentraman dan kedamaian umat manusia.

Dalam sebagian besar kasus rupanya agama tidak hanya ditangarai menyediakan ideology, tapi juga motivasi dan struktur organisasional para pelaku kejahatan tersebut. Misalnya saja dalam penafsiran bebas tentang ayat-ayat al Qur’an dan hadits yang berkenaan dengan jihadyang sering di jadikan dogma fundamental bagi para pelaku teror tersebut.

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Secara epistimologi jihad berasal dari bahasa arab al-juhdu atau aljahdu yang merupakan bentuk masdar dari kata jahada. Jadi, aljuhdu atau al-jahdu yakni pencurahan kemapuan dan kekuatan untuk menatang sesuatu yang lain. Maka dalam syariat, kata ini diartikan sebagai memerangi orang yang disyariatkan untuk diperangi, dari kalangan kafir dan lainnya.

Di Indonesia, lebih dari 230 juta penduduk menganut agama Islam. Bahkan, Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun yang tidak kalah mengesankan, sekitar 13 persen dari jumlah total orang Muslim di dunia tinggal di Republik Indonesia. Maka, jelas bahwa pengaruh prinsip-prinsip dan etika Islam terhadap masyarakat, politik, dan ekonomi Indonesia sangat besar.

Ketahui Penyebab Islam Dianggap Teroris Selama Ini

Banyaknya kasus terorisme di Indonesia sering dikaitkan dengan agama. Salah satunya yaitu agama islam. Padahal dalam islam tidak diajarkan mengenai terorisme. Namun, terkadang seseorang salah mengartikan hal-hal yang tercantum dalam islam. Hal ini terjadi karena kurangnya ilmu pengetahuan tentang islam dan belajar dengan orang yang salah. Lalu, apa penyebab islam dianggap terorisme?

Berikut ini penyebab islam dianggap terorisme selam ini antara lain :

  • Jihad

Jihad yaitu berjuang di jalan allah, makna inipun kadang disalah artikan sebagai suatu tindakan yang tidak memiliki konsep hak asasi manusia, karena secara keyakinan berjuang untuk agama adalah kewajiban dan untuk merealisasikannya dengan cara membunuh atau membinasakan pun dianggap sah dan diperbolehkan.

Kemudian isu tersebut dimanfaatkan untuk merusak dan menghancurkan keyakinan islam, yaitu bahwa islam adalah agama radikal dan keras yang tidak menghargai demokrasi dan kebebasan-kebebasan lainnya.

  • Faktor Politik

Gerakan terorisme diberbagai belahan dunia umumnya didasari karena faktor politik, karena hal tersebut merupakan faktor terpenting dalam dunia internasional. Hal tersebut juga terjadi karena adanya keinginan dalam mementingkan kepentingan sendiri dan ingin merebut alih kekuasaan dunia.

Maka teori konspirasilah yang akan berperan dengan mengadu domba mengatasnamakan teroris. Tindakan ini tergolong konspirasi karena kasus ini direncanakan diam-diam oleh kelompok, organisasi rahasia, orang-orang atau organisasi dimana dalam kasus terorisme pelaku sudah merencanakan terlebih dahulu tindakannya secara diam-diam.

Gerakan internasional-pun sering dikaitkan dengan islam. Keberadaan teroris yang membawa bendera islam ini memang ada dan tidak bisa dikesampingkan aksi-aksinya. Keberadaan mereka tidak hanya mengancam peradaban barat, tetapi juga merusak islam itu sendiri.

Itulah penyebab islam dianggap sebagai terorisme selama ini. Hal ini dikarenakan adanya konspirasi baik itu dalam faktor politik maupun kepuasan individu itu sendiri. Selain itu, dikarenakan faktor jihad yang salah diartikan. Ahli-ahli ingin masuk syurga dengan jalan jihad mala berujung penyesalan karena mati secara sia-sia. Hal ini dikarenakan, salah penafsiran mengenai jihad itu sendiri.

Aksi Terorisme Yang Pernah Terjadi Di Indonesia

Indonesia memiliki banyak sejarah aksi pengeboman yang merenggut korban jiwa. Seperti Bom Bali 2002, menjadi salah satu sejarah terorisme terbesar yang sempat terjadi di Indonesia. Peristiwa yang menyasar klub malam dan kantor konsulat Amerika ini merenggut nyawa setidaknya 202 jiwa.

Selang setahun, pengeboman kembali terjadi di Jakarta Selatan. Menyasar Hotel JW Mariott, pengeboman 5 Agustus 2003 ini dipimpin oleh Noordin M Top. Jenis serangannya pun menggunakan sebuah mobil. Seolah belum berhenti, beberapa tahun belakangan ini serangan terorisme masih terjadi di Indonesia.

Berikut aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia antara lain:

  • Bom Bunuh Diri Mapolrestabes Surabaya

Pada tahun 2018, Mapolrestabes Surabaya mendapat teror bom yang dilakukan sekeluarga menggunakan sebuah motor. Aksi yang terjadi Senin 14 Mei 2018 ini terjadi sekitar pukul 08.50 WIB di depan gerbang Mapolrestabes Surabaya. Dalam aksi ini seorang anak dari pelaku bom bunuh diri selamat setelah tubuhnya terpental ketika bom meledak.

  • Pengeboman Surabaya 2018

Pada 13–14 Mei 2018 aksi terorisme kembali terjadi. Berbeda sasaran, pengeboman kali ini menyasar tiga tempat ibadah, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan. Dalam aksi pengeboman ini sebanyak 28 orang termasuk pelaku tewas di tempat.

  • Pengeboman Katedral Makassar

Pengeboman kembali menyasar tempat ibadah. Tepatnya didepan Gereja Katedral Makassar sebuah bom bunuh diri meledak. Aksi pengeboman ini sempat terekam CCTV yang ada di sekitaran gereja. Pelaku pengeboman di Gereja Katedral Makassar ini diduga merupakan bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Jaringan-jaringan atas nama islam itulah yang membuat orang berfikir bahwa islam dianggap teroris. Apalagi selama ini, yang menjadi tujuan pengeboman adalah rumah ibadah seperti gereja dan lainnya.

Ketahui Berapa Banyaknya Agama di Indonesia Yang Telah Diakui

Ketahui Berapa Banyaknya Agama di Indonesia Yang Telah Diakui

Ketahui Berapa Banyaknya Agama di Indonesia Yang Telah Diakui – Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki beraneka ragam suku, kebudayaan, dan kepercayaan. Setiap kepercayaan sendiri memiliki perbedaan antara satu sama lain yang membuat seringkali memunculkan perbedaan pendapat antara satu kepercayaan dengan kepercayaan lainnya.

Masing-masing agama memiliki kitab suci dan tempat ibadahnya. Setiap umat beragama memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadahnya. Sikap toleransi dan saling menghormati sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan umat beragama. Dengan begitu, masing-masing agama bisa menjalankan ibadahnya dengan damai.

Kebebasan memilih kepercayaan sudah tertuang dalam Pasal 28 huruf E ayat (1) UUD 1945 yang mengatakan bahwa “setiap warga negara bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya”. Maka dari itu, setiap masyarakat Indonesia harus memiliki sikap toleransi dan saling menghormati guna menjaga kerukunan seluruh umat beragama.

Ketahui Berapa Banyaknya Agama di Indonesia Yang Telah Diakui

Namun, dengan begitu agama yang diakui di Indonesia hanya ada enam, dan  memiliki perbedaan tersendiri. Setiap orang Indonesia wajib untuk merangkul salah satu agama tersebut yang merupakan data pribadi yang disebutkan di dalam dokumen resmi seperti paspor dan kartu identitas lain. Ateisme tidak merupakan suatu pilihan. Bahkan ateisme merupakan sebuah filsafat yang secara umum tidak diterima oleh masyarakat.

Ketahui Berapa Banyaknya Agama di Indonesia Yang Telah Diakui

Keyakinan seseorang terhadap Tuhan juga dikatakan dalam sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap orang Indonesia diwajibkan untuk memilih salah satu agama sesuai kepercayaannya. Karena hal ini juga akan dimasukkan ke dalam data pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), paspor, atau dokumen lainnya. Hingga kini telah diketahui tedapat enam agama di Indonesia yang diketahui sebagai berikut :

  1. Islam

Inilah agama mayoritas yang dipeluk oleh masyarakat di Indonesia. Islam memiliki Kitab suci yaitu  Al-Qur’an, dan tempat ibadahnya adalah masjid. Umat islam merayakan beberapa hari besar keagamaan, yaitu Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, dan Maulid Nabi atau Isra’ Miraj.

  1. Protestan

Protestan muncul setelah protes Marthin Luther pada tahun 1517. Agama protestan ini memiliki kitab suci yaitu Alkitab. Kristen Protestan ini merayakan beberapa hari besar yaitu Hari Natal, Hari Paskah, Pentakosta, Kenaikan Isa Almasih, Wafat Isa Almasih.

  1. Katolik

Katolik merupakan salah satu agama di Indonesia yang denominasi dalam agama Kristen. Agama ini muncul di Indonesia saat bangsa Portugis sampai di kepulauan Maluku. Umat Katolik memiliki kitab suci yang sama dengan Kristen protestan yaitu Alkitab. Natal sama seperti Kristen Protestan, Hari Raya Santa Perawan Maria, Kenaikan Isa Al Masih, Trihari Suci Paskah.

  1. Hindu

Agama Hindu datang pertama kali ke Indonesia melalui jaringan perdagangan yang terbentang dari Cina hingga India. Umat Hindu memiliki kitab suci bernama weda. Di weda dalam pembagiannya terdiri dari dua kelompok besar yang disebut Weda Sruti yang isi didalamnya mengenai wahyu dan Weda Smrti yang didalamnya merupakan pedoman atau manual yang bersumber dari Weda Sruti. Mereka beribadah di Pura, dan merayakan hari Nyepi, kuningan, dan galungan.

  1. Buddha

Agama Buddha pertama kali diperkirakan dibawa oleh pengelana Fa Hsien yang berasal dari China. Kitab suci Buddha yaitu disebut dengan Pitaka atau Keranjang. Pitaka terbagi menjadi tiga kelompok besar yang terdiri dari Vinaya Pitaka, Sutta Pitaka. Dan Abhidhamma Pitaka. Agama budha melaksanakan ibadah di Vihara dan merayakan hari  Waisak, magha, dan Asadha.

  1. Konghucu

Ajaran Konfusius atau Konfusianisme yang kemudian berubah menjadi Khonghucu macul di Indonesia pada abad ke-17. Agama Khonghucu memiliki dua kitab utama, yaitu Kitab Si Shu dan Kitab Wu Jing. Agama konghucu ini beribadah di Li Tang atau Klenteng, dan mereka merayakan Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, dan Cheng Beng.

Toleransi Terhadap Semua Agama Yang Diakui Di Indonesia

Toleransi sendiri sebenarnya terbagi atas tiga yaitu :

  • Negatif

Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa. Contohnya PKI atau orang – orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zaman Indonesia baru merdeka.

  • Positif

Isi ajaran ditolak tetapi penganutnya diterima serta dihargai. Seperti contohnya anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama anda tetapi penganutnya atau manusianya tetap anda hargai.

  • Ekumenis

Isi ajaran serta penganutnya dihargai karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur – unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri. Contohnya kamu dengan temanmu yang sama – sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau pemahaman. Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai agama masing – masing.

error: Content is protected !!